Kisah Seorang Dalang dari Cianjur yang Terus Berusaha Berjuang Menafkahi Keluarga di masa Pandemi

Rahmat Wiguna(49) seniman Wayang Golek asal Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur yang enggan menyerah pada pandemi covid-19, ia rela menjadi penjual ayam goreng keliling demi menafkahi keluarga.

RADARCIANJUR.com – Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua memang memberikan derbagai dampak bagi semua lapisan masyarakat, terutama dampak yang negatif bagi perekonomian masyarakat namun kondisi yang serba sulit ini banyak masyarakat yang menyerah dengan keadaan namun tidak sedikit juga masyarakat menjadikan pandemi ini sebagai motivasi untuk tetap bertahan bahkan bangkit.

Masyarakat yang terus bertahan bahkan berusaha bangkit di masa pandemi ini salah satunya diperlihatkan oleh seorang seniman asal Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur yang bernama Rahmat Wiguna yang kini telah berusia 49 tahun.

Rahmat sapaannya merupakan seorang seniman Dalang dari Wayang Golek yang cukup terkenal di Cianjur Selatan, pria kelahiran Cianjur tepatnya asal Kampung Tipar, Desa Naringgul ini, telah belajar wayang goleng semenjak tahun 1980an dan Rahmat belajar dari orang tuanya.

Rahmat menggantungkan hidupnya dari seorang Dalang Wayang Golek sejak tahun 1997, bahkan menjadi sorang dalang selain pilihannya juga menjadi mata pencaharian utamanya bagi dirinya dan keluarganya.

” Saya belajar menjadi dalang wayang golek itu semenjak saya remaja, sekitar tahun 1997 saya memutuskan profesi dalang ini menjadi usaha utama saya, hingga sekarang saya sudah menjadi dalang sekitar 24 tahunan,” tuturnya.

Namun semenjak pandemi Covid-19 dan berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah memaksa Rahmat untuk menghentikan profesinya sebagai dalang wayang golek yang dapat memicu kerumunan orang banyak, sehingga Rahmat akhir terpaksa berhenti sementara sebagai dalang yang menjadi tumpuan mata pencahariannya selama ini.

”Adanya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan larangan dari pemerintah untuk menggelar kesenian ya, terpaksa semua job manggung saya dibatalkan karena tidak boleh adanya kerumunan,” kata Bapak yang memiliki lima orang anak ini.

Keluarga dan tekad Rahmat yang kuat yang menjadikannya terus berusaha bangkit dan tidak berputus asa untuk mencari nafkah. Rahmat rela meninggalkan profesi yang telah ia geluti selama 24 tahun tersebut dan rela memilih banting setir menjadi seorang penjual ayam crispi keliling.

“Karena kondisi yang serba sulit ini terpaksa hampir 20 job manggung saya batalkan, apa boleh buat saya harus bertahan demi keluarga saya, sekarang ini saya memilih untuk menjadi penjual ayam goreng crispi, apa boleh buat daripada saya mengganggur lebih baik berdagang, yang pentig halal,” terangnya.

Pria berusia 49 tahun itu tidak malu untuk menjalani profesi sebagai penjual keliling ayam goreng crispi, menurutnya berdagang itu merupakan pekerjaan yang halal, meskipun penghasilan yang Rahmat dapatkan jauh sekali ketika ia manggung menjadi dalang wayang golek di berbagai hajatan.

”Memang sih pendapatan sekarang ini tidak sebesar seperti saat jadi dalang, penghasilan setiap manggung saat menjadi dalang sekitar Rp200ribu, sedangkan untuk sekarang ini penghasilan dari berjualan ayam goreng crispi sekitar Rp40ribu, itupun kadang habis dan kadang juga tidak,” paparnya.

Rahmat berharap, wabah penyakit Covid 19 ini segera berakhir, sehingga dapat melakukan aktivitas normal seperti biasa dan dapat menggelar pentas kesenian wayang golek serta tarian jaipong diacara hajatan warga.

Selama ini para seniman tidak diizinkan untuk menggelar pentas kesenian, namun berbagai bantuan yang dinantikan selama pandemi dan PPKM pun sebagian tak kunjung datang, bagi Rahmat dan rekan-rekan seniman lain yang seprofesi, kesenian wayang golek itu merupakan mata pencaharian utama.

”Semoga kondisinya segera pulih dan membaik, semoga rekan-rekan yang profesinya sama seperti saya tetap semangat dan terus berusaha jangan menyerah, selain itu, kami mohon kepada pemerintah kabupaten Cianjur dengan kondisi Kabupaten Cianjur yang memasuki PPKM Level 2 mudah-mudahan bisa memberikan kelonggaran kepada kami para seniman, baik kesenian wayang Golek, jaipong dan lainnya sehingga kami bisa tampil lagi namun tetap dengan selalu mematuhi aturan protokol kesehatan,” harapnya.(rik)