Maulid Nabi, Haedar Nashir Ajak Masyarakat Pahami 3 Konteks Beragama

Radarcianjur.com – Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di dunia merayakan kegembiraan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tahun ini jatuh pada Selasa, 19 Oktober. Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pun mengajak umat Islam untuk menampilkan teladan utama yang terkait dalam tiga konteks.

Pertama adalah terkait dengan nilai agama, perlu dihilangkan kesenjangan antar agama, di mana merasa seperti keyakinannya yang paling baik, benar dan utama. Dibandingkan memperdebatkan itu, lebih baik langsung dipraktikan di kehidupan nyata apa yang sudah diajarkan oleh agama masing-masing.

“Dan praktek itu bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam praktek kehidupan politik, ekonomi, budaya dan kehidupan yang lebih luas di mana agama menjadi sumber nilai yang utama,” tutur dia dalam keterangan resmi, Selasa (19/10).

Kedua, Haedar berpesan agar umat Islam memperhatikan bahwa di tengah majunya penguasaan teknologi, kehidupan politik, ekonomi dan budaya modern, ternyata juga menyisakan krisis moral, krisis perilaku, krisis keteladanan dan berbagai kekerasan atas nama apapun.

“Maka seyogyanya umat beragama khususnya kaum muslim untuk menghadirkan alam pikiran, sikap, dan tindakan yang mampu menjadi solusi atas berbagai problem kehidupan yang bersifat krisis tersebut,” ungkapnya.

“Jadikan Islam dan figur Nabi Muhammad sebagai role model untuk menghadirkan kehidupan yang lebih beradab, lebih bermoral, lebih menjunjung tinggi nilai-nilai utama, menyebar perdamaian, persatuan sekaligus mencegah segala bentuk permusuhan, kebencian, kekerasan, keretakan dan hal-hal yang membuat suatu bangsa akan jatuh,” sambung dia.

Ketiga, ia berpesan secara umum agar bangsa Indonesia yang sejatinya berbasis pada kebudayaan luhur mampu mewujudkan cita-cita luhur untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

“Yaitu kehidupan yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa. Saya percaya bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam selalu menjadi sumber nilai kebaikan, keutamaan dan keluhuran hidup kita bersama,” harapnya.(Jpc)