Banyak Atlet Cianjur di Daerah Lain, KONI Upayakan Jemput Kembali

PRESTASI: Sejumlah atlet Cianjur pasca mengikuti ajang olahraga nasional sudah kembali ke Kota Santri. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur sudah bangga dengan prestasi atlet yang bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua. Namun ternyata masih ada permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah untuk Kota Santri yakni keberadaan atlet yang mendukung daerah lain dan belum kembali.

Beberapa atlet Cianjur yang saat ini mendukung daerah lain seperti atlet voli Irwan Rahman Setiawan dan Cep Indra Agustin yang memang warga Cianjur namun bertanding mewakili Tasikmalaya. Kemudian, atlet panjat tebing, Rizal yang saat ini administrasi kepindahannya masih bermasalah.

Ketua KONI Kabupaten Cianjur, Iwan Mustofa mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan para atletnya dan pemerintah daerah (pemda) terkait untuk menugupayakan agar atlet-atlet Cianjur bisa memperkuat daerah sendiri.

“Seperti yang dari Cikalong itu putra terbaik di voli tapi mewakili kota lain mudah-mudahan yang berprestasi itu bisa kembali ke Cianjur,” ujarnya.

Lanjutnya, melihat dari sisi atlet, pihaknya memang belum bisa menjanjikan kesejahteraan seperti daerah lain tapi terus mengupayakan sekuat tenaga.

“Tapi sudah komunikasi insya Allah bisa kembali lagi,” paparnya.

Selain itu, ada sebanyak 56 atlet yang dalam tahap negosiasi untuk bisa kembali ke Kabupaten Cianjur. Salah satunya atlet voli yang maju mewakili Tasikmalaya.

“Ini tugas kita semua untuk menumbuhkan jiwa korsa agar bisa memperkuat Cianjur,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman menilai, dengan adanya permasalahan ini, bisa dikatakan Cianjur memilik aset dunia olahraga yang sangat kaya.

“Tapi, harus memiliki jiwa korsa ke-Cianjur-an sehingga mau memperkuat daerah sendiri,” jelasnya.

Herman pun akan berupaya meningkatkan fasilitas dan kualitas olahraga di Cianjur. Hal ini demi menambah prestasi dan mewadahi para atlet.

“Insya Allah akan terus ditingkatkan, mohon doanya,” tutupnya. (kim)