Cianjur Bertahan di Level Tiga, Ini Penyebabnya

RADARCIANJUR.com- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di pulau Jawa-Bali kembali diperpanjangj hingga 1 November 2021. Namun ternyata, hasil evaluasi PPKM, Kabupaten Cianjur belum turun level dan saat ini masih berada di level tiga.

Hal tersebut dikarenakan pencapaian vaksinasi belum terpenuhi untuk berada di level dua yaitu minimal 50 persen dari target yakni sebanyak 1,9 juta penduduk Kota Santri. Akan tetapi, dari penanganan Covid-19, Cianjur diyakini Bupati Cianjur, Herman Suherman berada di level satu.

“PPKM versi vaksin masuk ke level tiga, sementara penanganan Covid-19 di Kabupaten Cianjur masuk ke level satu. Karena saat ini yang terindikasi Covid-19 tinggal dua orang lagi sedang menjalani isolasi di RSUD Sayang. Semua sudah negatif,” ujarnya.

Dirinya pun meminta kepada masyarakat Cianjur agar turut membantu kembalinya Kabupaten Cianjur kembali ke level dua dengan gencar mengikuti vaksinasi yang disediakan atau difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dan tidak pilih-pilih vaksin.

“Mohon kepada masyarakat Cianjur, agar bisa ke level dua atau satu, vaksinasi dipercepat. Saat ini Cianjur baru mencapai 32 persen, Pemkab Cianjur ingin di angka 50 persen sehingga nanti berada di level 2. Vaksin saat ini tersedia banyak dan jangan pilih-pilih, semua sama,” harapnya.

Untuk mencapai wilayah seperti di Cianjur Selatan dan daerah lainnya, Pemkab Cianjur sudah menyediakan tiga unit mobil untuk vaksinasi berjalan. Sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan vaksin. Selain itu, ternyata wilayah Selatan banyak masyarakat yang sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi.

“Pemkab Cianjur menyediakan tiga mobil untuk vaksinasi berjalan. Sehingga nantinya bisa ke pelosok-pelosok atau daerah-daerah seperti Cianjur Selatan agar bisa terjangkau,” ungkapnya.

Di sisi lain, meski di level tiga, Pemkab Cianjur memberikan restu untuk membuka tempat wisata. Akan tetapi ada aturan yang wajib diikuti yakni kapasitas maksimal 50 persen dari jumlah pengunjung dan pengunjung sudah wajib menerima vaksinasi dosis pertama.

“Tempat wisata dibuka dengan kapasitas 50 persen dan dengan catatan wajib sudah divaksin minimal dosis pertama,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy memaparkan, Cianjur berada di level tiga karena vaksinasi belum tercapai 50 persen dan vaksinasi lansia yang masih di bawah 40 persen.

“Selain mempertahankan indeks kesehatannya atau respon-respon kesehatannya, kami berupaya untuk percepatan vaksinasi dengan target harian 50 ribu vaksinasi per hari diharapkan dua minggu kedepan Cianjur sudah bisa mencapai 50 persen,” jelasnya.

Kerja keras tersebut tidak hanya dilakukan Dinkes Kabupaten Cianjur, semua pihak dari mulai Rt, Rw, tokoh masyarakat, media massa, media sosial, desa dan kecamatan turut membantu dengan jumlah semaksimal mungkin.

Namun dirinya tidak memungkiri masih ada masyarakat yang belum bisa divaksin atau belum mau divaksin.

“Harus ada penggerakan untuk saat ini, kalau dari stok vaksin dan vaksinator tersedia,” ungkapnya.

Beberapa kecamatan. lanjut Irvan, masih ada yang rendah dari target yakni Kecamatan Agrabinta, Cijati dan Leles. di sisi lain kecamatan yang sudah memenuhi target di angka kurang lebih 5.000 yakni Cianjur Kota, Cipanas, Karangtengah dan Bojongpicung.

“Secara evaluasi mingguan sebelumnya, yang memiliki peringkat baik yakni Cipanas, Ciranjang, Karangtengah, Bojongpicung dan Cianjur Kota. Sementara beberapa kecamatan yang berada di wilayah Selatan masih dalam racikan formula yang tengah dirancang. Kecamatan yang masih dalam proses target yakni Agrabinta, Leles dan Cijati,” terangnya.

Saat ini pihaknya pun berencana untuk menambah target. Namun akan meminta restu terlebih dahulu dari Bupati Cianjur. (kim)