Wabup Jawab Kritikan Ketua Fraksi Gerindra Soal Petani

Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin

RADARCIANJUR.com -Pernyataan Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Cianjur, Prasetyo Harsanto perihal tidak dicantumkannya program petani di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin disanggah.

Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin mengatakan agar yang bersangkutan tidak mencari kalimat sesuai selera pribadi. Pasalnya program pertanian sudah ada pada lima program prioritas pemerintahanya saat ini.

“Statmennya tidak menemukan tentang pertanian berkelanjutan di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur. Jadi jangan mencari kalimat yang sesuai selera pribadi. Esensi, makna dan ruhnya ada di visi misi, program ini bukan seremonial,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, program visi misi tersebut seperti meningkatkan seribu hektar lahan pertanian, mencetak petani baru dan bertani sesuai sentra produksi. Selain itu, bagi petani yang tidak memiliki lahan pertanian, Pemkab Cianjur tengah merencanakan lahan bagi petani. Sementara petani yang memiliki modal, hal tersebut juga menjadi bidikannya.

“Di saat petani tidak memiliki lahan, kita berencana menyediakan dan petani yang memiliki lahan tapi tidak memiliki modal, Pemkab Cianjur harus hadir di sela-sela petani. Seharusnya ini menjadi bahan diskusi bersama dan sekali lagi jangan mencari kalimat sesuai selera pribadi,” tuturnya.

Lanjutnya, saat ini pun pihaknya tengah mengimplementasikan program mencetak petani baru. Kurang lebih 8.000 orang petani sudah mendaftar dan dalam proses verifikasi. Selain itu, mengenai sindiran perihal pembangunan insfrastruktur yang difokuskan, hal tersebut menjadi salah satu pendukung.

“Sekarang kalau insfrastruktur tidak berjalan, tentu akan menghambat semuanya dari mulai pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi yang di dalamnya terdapat sektor pertanian. Kalau pendukungnya tidak ada, bagaimana akan berjalan,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, masalah pertanian menjadi salah satu solusi pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar mampu lepas dari status predikat miskin ekstrem nomor satu di Jawa Barat.

Hal tersebut disoroti pihak oposisi pemerintah Kabupaten Cianjur di DPRD, sebagai sebuah permasalahan yang harus segera diselesaikan. “Sekarang kita lihat di visi misi Bupati Cianjur dicantumkan tidak pembangunan pertanian yang berkelanjutan?, kan tidak ada. Padahal mayoritas masyarakat kita hidup di pertanian,” singgung Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Cianjur Prasetyo Harsanto beberapa waktu lalu.

Prasetyo mengatakan, alokasi APBD Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap pertanian sangat minim sekali. Bahkan menurutnya, Pemkab Cianjur hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur yang belum dapat menguntungkan pada sektor pertanian.

“Karena kita hanya terfokus di jalan poros utama. Memang betul memperlancar perekonomian, tapi bagaimana jalan-jalan pada usaha petani di pedesaan, lahan-lahan pertanian di gunung yang ada di dalam-dalam itu,” ungkapnya.

Prasetyo menjelaskan, ketidakberpihakan Pemkab Cianjur kepada petani sangat berpengaruh terhadap angka kemiskinan ekstrem. “Tentunya itu mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat Cianjur,” tuturnya.(kim)