Elit Partai Hilang di Harlah Golkar

HARLAH: Wabup Cianjur yang juga Ketua DPD Golkar Cianjur TB Mulyana Sjahrudin saat pembukaan Harlah Parpol Beringin.

RADARCIANJUR.com -Harlah Partai Golongan Karya (Golkar) DPD Kabupaten Cianjur ternyata tidak dihadiri parpol pengusung dan pendukung pada Pemilukada lalu. Padahal Harlah dihadiri Wakil Bupati Cianjur TB Mulayana Sjahrudin yang juga Ketua DPD Golkar Cianjur ini.

Kondisi tersebut menimbulkan banyak pertanyaan berbagai pihak. Apalagi Bupati Cianjur H Herman Suherman yang turut diusung oleh partai beringin ini juga tidak tampak hadir.

Beragam spekulasi pun bermunculan. Entah karena dinamika politik yang tengah panas, atau sekedar adanya sesuatu yang hanya boleh diketahui elit partai pohon berlambang pohon beringin itu.

Namun TB Mulyana Sjahrudin menegaskan, ketidakhadiran bupati dan para elit partai karena masih merebaknya wabah Covid-19 yang masih terjadi di Kabupaten Cianjur.

Tetapi ungkapan Wabup tersebut mengundang reaksi dari sejumlah pengamat politik dan elit partai politik dengan ketidakhadirannya di momen bertambahnya usia Partai Golkar.

Pengamat Politik yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur Dr Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai isu yang berkembang mengenai ketidakhadiran Bupati Cianjur di Harlah Golkar ke 57.

“Harlah Partai Golkar yang tak dihadiri bupati karena bisa saja pad waktu bersamaan ada acara bupati yang tidak bisa ditinggalkan dan sudah berkoordinasi dengan wakilnya yakni TB Mulyana Sjahrudin,” kata Dedi.

BACA JUGA : Protes, Warga Cibaregbeg Bangun Makam di Pinggir Jalan

Selain itu Dedi menanggapi elit partai yang tidak menghadiri Harlah adalah suatu yang wajar dalam peta perpolitikan. “Kalau memang ada pretensi ini memang kaitannya even politik yang akan datang bisa jadi memang segala kemungkinan dalam kontek politik bisa terjadi dan memang partai politik yang dinamis sesuai dengan rohnya, karena kalau partai politik ikut saja itu dipertanyakan banyak orang,” ungkapnya.

Oleh karena partai politik itu, menurutnya harus memperlihatkan kepentingan, ketidaksamaan, dan ketidaksinkronan. Tetapi hal tersebut sehat dari sisi partai politik.

“Kalau di partai politik itu harus ada dinamika. Soal hadir tidak hadir setuju atau tidak setuju memang itu partai politik, jadi ini sebuah dinamika menurut saya sehat dalam konteks partai politik dan itu justru harus seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi PKS, Wilman Singawinata mengatakan, tak ada undangan kepada pihaknya untuk menghadiri Harlah Golkar ke 57. “Setahu saya tidak ada undangan kepada pihak kami DPD PKS Cianjur,” kata Wilman.

Senada diungkapkan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Cianjur Prasetyo Harsanto juga menanggapi tidak adanya undangan untuk hadir di acara Harlah Partai Golkar.

“Pertama kita tidak mau mengurusi rumah tangga partai lain. Kita menghargai kebijakan internal Golkar merayakan hari ulang tahunnya,” ungkapnya.

Prasetyo beranggapan DPD Partai Gerindra Cianjur sudah mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada Partai Golkar ke 57, sehingga hal tersebut bukanlah sebuah masalah.

“Perihal tidak adanya undangan kita menghargai Partai Golkar tidak mengundang kami, dan kami tetap berpikiran positif bahwasanya masih pandemi, sehingga mereka menghawatirkan jika berkumpul banyak malah menimbulkan masalah,” pungkasnya.(byu)