Pengakuan Atlet Cianjur Lebih Pilih Dukung Daerah Lain

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Atlet Kabupaten Cianjur ternyata memiliki sisi lain yang sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, beberapa diantaranya membela daerah lain dengan alasan fasilitas dan apresiasi kurang terhadap atlet yang berjuang.

Salah satu atlet yang enggan disebutkan namanya memaparkan, sudah lima tahun dirinya berkecimpung di dunia olahraga Kota Santri. Akan tetapi ekspektasi yang diharapkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Yang saya ketahui memang secara finansial itu sangat tidak menjanjikan apalagi sejak tahun 2012, kala itu salah satu senior saya bilang, pada 2006 itu finansialnya sangat bagus bahkan berani memanggil luar daerah,” ujarnya..

Ia menuturkan, kondisi pada 2016 sangat berbeda dengan kondisi 10 tahun yang lalu. Padahal, menurutnya, atlet seniornya bukan asli warga Cianjur.

“Bahkan kala itu sampai minta-minta ke jalan karena kurang dana untuk Porda, banyak isu beredar dana turun tapi yang sampai ke atlet berbeda cerita,” ungkapnya.

Kondisi itu terjadi pada 2016, para atlet meminta dana untuk Porda kepada masyarakat di jalanan. Namun, kala itu ia langsung keluar dari dunia olahraga Cianjur.

“Karena saat itu salah seorang pelatih meminta uang cukup besar ke saya dan akhirnya saya memilih ke daerah lain. Minta-minta itu kurang dana karena tidak ada kompensasi dari pemain,” terangnya.

Bahkan, fasilitas olahraga yang ada di Cianjur sangat minim. Dirinya memberi penilaian paling terendah.

“Fasilitas juga minim, dari grade A, B, C, Cianjur grade-nya C,” singkatnya.

Sementara itu, atlet lainnya yang bermain di daerah lain Mamat (bukan nama sebenarnya) mengaku, dalam hati yang terdalam ingin bidang olahraga Cianjur mulai berbenah.

“Karena setiap anak yang lahir di Cianjur pengen membela Cianjur, itu pun dirasakan oleh saya sejak kecil, dan sekarang generasi di bawah saya demikian, pengin mengangkat olahraga Cianjur ke arah yang lebih baik,” paparnya.

Dirinya berharap, Kabupaten Cianjur harus segera memperbaiki kondisi ini. Mulai dari hal yang paling mendasar.

“Saya harap dunia olahraga Cianjur berbenah dari yang paling dasar sampai yang paling umum, terutama pengurusnya yang dari dulu begitu-begitu saja,” tutupnya. (kim)