Tak Bisa Diakses, Bupati Sebut Tidak Ada Kekeliluan di Jembatan Cibokor

Sebuah jembatan di Desa Cibokor Kecamatan Cibeber

RADARCIANJUR.com- Setelah sebelumnya sempat ramai diperbincangkan, jembatan ‘siluman’ atau Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung Muara Desa Cibokor Kecamatan Cibeber, ditegaskan oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman tidak ada kekeliruan pada pembangunannya.

Ditinggikannya jembatan tersebut sengaja dilakukan agar menghindari adanya terjangan dan luapan air dari Sungai Cikored, terlebih saat musim hujan.

“Kita pastikan jembatan tersebut bisa segera digunakan. Bukan tidak ada akses jalan, tapi memang lokasinya (Jembatan) dipindahkan dari posisi awal untuk menghindari terjangan air saat Sungai Cikored meluap,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Lanjut Herman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur telah menggangarkan pembangunan akses jalan menuju jembatan Leuwi Dahu. Walaupun, jalan tersebut sebenarnya merupakan kewenangan desa.

“PUPR sudah diminta untuk dianggarkan, kalau bisa di akhir tahun sudah selesai. Kita kolaborasi juga dengan desa, pemerintah desa ada anggaran berapa nanti selebihnya oleh PUPR. Bukan hanya jalan, tapi TPT-nya, supaya jalan dan jembatan tak cepat rusak oleh luapan air sungai,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihardiar, menyebut pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk menghitung biaya pembangunan akses jalan di kedua sisi jembatan.

“Tim sudah ke lapangan untuk menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun akses jalan di kedua sisi jembatan yang viral kemarin,” ungkapnya.

Menurutnya, jika anggaran yang dibutuhkan tidak besar, maka pembangunan akses jalan akan dilakukan di tahun ini dan dimasukan ke anggaran perubahan.

“Kita lihat berapa biayanya, kalau tidak besar kita anggaran di APBD perubahan. Kalau cukup besar biayanya, kita anggarkan di APBD murni 2022. Kalau tahun depan juga tidak lama, tinggal dua bulan,” paparnya.

Namun dirinya menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, terkait pembagian kewenanganan untuk pembangunan.

“Kalau memang desa ada anggaran, kita kolaborasi. Jadi pembangunan ada yang dari APBD dan dan dana desa. Tapi kalau memang desa tidak ada anggaran, kita akan bangun seluruhnya agar bisa segera digunakan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibokor Elian Syahudin mengungkapkan, pihaknya hanya memiliki anggaran sebesar Rp70 juta untuk pembangunan akses jalan menuju jembatan. Namun, anggaran tersebut dinilai minim, sebab ada dua sisi jalan yang harus dibangun. Termasuk pembangunan TPT, sebab air sungai yang mengalir di bawah jembatan kerap meluap.

“Jadi kalaupun dipaksakan hanya dengan anggaran segitu tidak akan tuntas. Makanya saya harap ada perhatian dari Pemkab,” tutupnya. (kim)