Jangan Sembarangan Melakukan Antigen Mandiri

CEGAH COVID-19: Salah satu masyarakat tengah menjalani swab antigen.

RADARCIANJUR.com- Tes antigen saat ini sudah tak asing di kalangan masyarakat Indonesia. Tes tersebut guna memastikan ada atau tidaknya Covid-19 di dalam tubuh manusia. Namun, saat ini sudah tersedia antigen secara mandiri yang bisa dilakukan di rumah.

Akan tetapi, hal tersebut ternyata sangat berbahaya jika tidak dipahami dan dilakukan tanpa memiliki pengetahuan. Tak main-main, efek yang ditimbulkan bisa mengakibatkan kematian. Pasalnya, reflek vagal atau vagus merupakan bagian saraf yang terletak di leher.

Pengujian seharusnya dilakukan oleh tenaga ahli dengan tata cara dan protokol yang tepat sesuai kompetensinya. Hal ini untuk memastikan metodenya tepat dan hasilnya juga sesuai. Dikhawatirkan, masyarakat salah menginterpretasikannya hasil. Akibatnya, penanganan yang diberikan tidak tepat dan berisiko meningkatkan penyebaran virus.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, melakukan tes antigen dapat mengakibatkan iritasi dan resiko berbahaya jika dilakukan dengan teknik yang tidak tepat.

“Akan jadi masalah kalau mandiri, yang pasti harus oleh nakes. Tapi sebetulnya untuk mandiri bisa dilakukan, hanya resikonya bisa hasilnya kurang tepat atau terjadinya efek pada rongga hidung,” ujarnya.

Pihaknya, menyarankan agar dilakukan oleh tenaga kesehatan atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas untuk antigen. Selain itu, untuk antigen saat ini masih gratis selama kepentingannya screening.

“Kalau kepentingan screening itu gratis, tapi kalau untuk kepentingan lainnya itu bayar,” paparnya.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan antigen secara mandiri. Jika memang akan melakukannya, tetap harus oleh orang yang berpengalaman seperti nakes.

“Kalau tetangganya ada yang nakes atau bidan, itu boleh tapi kalau sendiri saya tidak sarankan. Ya itu tadi, selain resiko juga hasilnya tidak sesuai nanti karena teknik-teknik yang diterapkan tidak sesuai,” jelasnya. (kim)