Warga Temukan Jasad Perempuan di Sungai Cisarua

Sejumlah petugas yang dibantu warga serta Pemdes Sindanglaya saat mengevakuasi jasad perempuan di Sungai Cisarua Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Warga di Desa Sindanglaya digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di Sungai Cisarua, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Senin (25/10/2021).

Kepala Desa Sindanglaya, Nyanyang Kurnia Sanusi mengatakan, pihaknya mengetahui adanya jasad di Sungai Cisarua setelah menerima laporan dari warga bahwa di Lembah Cisarua itu terdapat sesosok mayat yang menggunakan baju warna merah tergeletak di dasar bebatuan.

“Jadi setelah menerima laporan dari warga, kami langsung mengecek ke lokasi ditemukannya jasad yang setelah dilihat berjenis kelamin perempuan di dasar Sungai Cisarua bersama sejumlah petugas dan relawan yang dibantu warga,” kata Nyanyang, Senin (25/10).

Babinsa Desa Sindanglaya, Peltu H. Subarna membenarkan adanya penemuan mayat di Lembah Sungai Cisarua itu sekitar pukul 10.00 WIB yang diperkirakan berusia 40 lebih.

“Kami bersama pemerintah desa, Babinmas dan para relawan termasuk petugas RS Cimacan langsung terjun mengevakuasi ke lembah sungai Cisarua itu dengan menggunakan alat seadanya,” kata Subarna saat ditemui di Sindanglaya.

Lebih lanjut, setelah evakuasi di lembah sungai yang memang cukup terjal itu, para petugas langsung membawa jasad tersebut ke RSUD Cimacan untuk dilakukan penanganan selanjutnya oleh tim medis.

“Sementara untuk identitas jasad perempuan itu kami belum mengetahui secara pasti karena akan dilakukan penanganan lebih lanjut oleh petugas lainnya,” kata Subarna.

Dengan adanya kejadian tersebut, ia tentu mengimbau kepada masyarakat semua khususnya warga Desa Sindanglaya untuk sama-sama berperan aktif ketika mendapatkan sesuatu di wilayahnya masing-masing. Sehingga bisa segera ditangani lebih lanjut oleh para petugas.

“Ya kami mengimbau kepada masyarakat jika di lingkungan masing-masing menemukan sesuatu, segera melapor ke petugas berwenang atau melalui pemerintah desa setempat, agar segera ditangani,” pungkasnya.

(dan)