Puluhan WPS di Pacet Lakukan Tes Faktor Resiko

Sejumlah perempuan di Desa Gadog sedang menjalani tes faktor resiko oleh petugas medis dari Puskesmas Sukanagalih. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tim medis dari Puskesmas Sukanagalih gencar melakukan pemeriksaan rutin faktor resiko terhadap Wanita Pekerja Seks (WPS) di tiga desa wilayah kerjanya di setiap tahun.

Kali ini jajarannya menyasar WPS di Kampung Karangnunggal, Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur, Selasa (26/10/2021).

Konselor HIV/Aids, Reni mengatakan, ada sebanyak 44 orang Wanita Pekerja Seks (WPS) yang menjalani tes faktor resiko dan 49 orang mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Kali ini kita melakukan pemeriksaan atau tes faktor resiko terhadap masyarakat rentan terutama kepada orang-orang yang kegiatannya rutin dan berisiko penularan infeksi penyakit menular seksual atau beresiko menularkan HIV/Aids,” ujar Reni saat ditemui, Selasa (26/10).

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan pemeriksaan pun rutin dilakukan dua kali dalam satu tahun. Hal itu agar dapat mengetahui lebih lanjut jika misalnya ada masyarakat rentan tersebut yang terkena penyakit menular.

“Kalau misalkan ada masyarakat yang terindikasi, apalagi terhadap masyarakat yang melakukan perilaku beresiko, kita akan lakukan tata laksana dengan cara merujuk ke rumah sakit atau dengan pengobatan,” katanya.

Hasil yang didapat hingga tahun ini, Reni menyebut, ada dua orang yang terkena HIV/Aids dari kalangan WPS, dan tujuh orang terkena penyakit sifilis atau infeksi penyakit menular seksual (IMS).

“Dari setiap satu tahun itu ada empat kali pemeriksaan, namun tahun ini kita baru ada dua kali. Hasilnya dari dua pemeriksaan itu, beberapa yang hasilnya memang positif, dan itu lebih banyak ke penyakit menular seksualnya daripada kasus HIV,” ungkap Reni.

Selain itu, Reni menjelaskan, tak hanya pemeriksaan terhadap masyarakat rentan, Ibu hamil pun rutin mendapatkan pemeriksaan lebih ketat dengan dilakukan selama satu bulan sekali, agar kesehatan Ibu hamil ini lebih terjaga.

“Tahun ini di wilayah cakupan Puskesmas Sukanagalih ada dua orang Ibu hamil positif HIV. Dengan jumlah pemeriksaan pun memang banyak karena wajib selama satu bulan sekali. Dengan pemeriksaan 3 E (Triple Eliminasi), yakni pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B,” terangnya.

Untuk penyakit sifilis, Reni menuturkan, tahun ini ada sembilan orang yang terkena penyakit tersebut, yang diantaranya 7 orang dari WPS, satu orang dari LSL, dan satu orang dari ibu hamil.

“Pemeriksaan ini harus sering dilaksanakan agar bisa mendata masyarakat yang terkena penyakit-penyakit menular, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” kata dia.

Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat rentan dan ibu hamil, agar dapat menjaga kesehatan dan hal-hal yang dapat menularkan penyakit berkaitan dengan hal tersebut.

“Sebetulnya kami juga sering mempromosikan kesehatan ke masyarakat, baik itu melalui Posyandu atau ke rumah-rumah langsung yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya,” pungkasnya.

(dan)