Tak ada PJU, Warga Dambakan Jalan terang dan Saluran Drainase di Jalur Mariwati-Sukaresmi

Tampak Jalur Mariwati-Sukaresmi belum terpasang Penerangan Jalan Umum (PJU) beserta saluran drainase. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Warga di Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur sangat mendambakan adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) dan saluran drainase secara baik di Jalur Mariwati menuju Sukaresmi.

Selama puluhan tahun silam, jalan yang pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa barat itu, hingga saat ini belum tersedia penerangan dan gorong-gorong demi keselamatan bersama.

“Tentu kami sangat berharap segera ada penerangan lampu jalan dan saluran drainase di jalur Mariwati menuju Desa Sukaresmi ini. Karena hal tersebut erat kaitannya dalam hal menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah ini khususnya,” kata Ketua RT di Kampung Garung, Ali Subeksi saat ditemui Jum’at (29/10/2021).

Bahkan menurutnya, belum tersedianya PJU beserta gorong-gorong di sepanjang jalur ini tentu sangat berefek pada masyarakat apalagi di malam hari yang tampak gelap gulita seperti daerah tidak bertuan.

“Tentunya dengan kondisi jalan tanpa adanya fasilitas penerangan dan drainase, membuat warga selama ini harus berhati-hati melintas jalan tersebut. Sebab, jalan yang menuju ke Desa Sukaresmi ini sangat rentan terjadinya tindak kriminalitas serta kecelakaan lalulintas,” tuturnya.

Keluhan yang sudah bertahun-tahun dirasakan warga ini, kata Ali, belum saja ada perhatian dari Pemerintah maupun dinas terkait.

Bahkan, lanjutnya, atasnama masyarakat khususnya di Desa Sukaresmi, dirinya sangat berharap rasa keprihatinan warga dapat didengar langsung oleh Pemerintah dan bisa direalisasikan secepatnya.

“Beberapa tahun silam juga sempat ada kejadian pembuangan mayat, dan pernah beberapa kali terjadi pembegalan. Maka kami harapkan jangan sampai menunggu ada korban jiwa lagi, baru dikabulkan untuk harapan kami ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Nanang mengaku, bahwa pihaknya telah sering berupaya berkoordinasi kepada dinas terkait di Pemprov Jabar untuk segera ada perbaikan drainase serta perawatan gorong-gorong secara maksimal. Bukan hanya sekedar perawatan rumput dan sampah saja di permukaan jalan.

“Kami sudah sering berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemprov Jabar. Tapi hingga saat ini baru hanya pembersihan permukaan jalan saja, untuk saluran drainase di jalur rawan ini belum ada,” ujarnya.

Menurut Nanang, jika penanganannya itu dilakukan oleh Pemerintah desa, tentu anggaran yang tersedia di desa itu sangat terbatas. Apalagi misalnya untuk pembangunan drainase di jalur Provinsi itu.

“Kami berharap segera dibuatkan saluran drainase dan kebutuhan masyarakat secara umum, sehingga ketika ada fasilitas seperti itu, baik banjir dan rawan longsor di jalur tersebut dapat diminimalisir,” pungkasnya.

(dan)