Kantin Hanya Boleh Jual Air Mineral

KONDUSIF: Suasana pembelajaran terbatas di SD N Miji 3 Kota Mojokerto yang dibagi menjadi dua sif. (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

RADARCIANJUR.com – Pemkot akhirnya memperbolehkan kegiatan di luar kelas selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Selain itu, kantin pun sudah diperbolehkan buka. Namun, hanya boleh menjual air mineral saja.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, mulai Senin (1/11) mendatang, TK sampai SMP diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar kelas.

Seperti pembelajaran olahraga, upacara dan ekstrakurikuler (ekskul). Bahkan, kantin pun mulai diperbolehkan buka. ”Karena melihat pertimbangan dari turun level serta penularan kasus Covid-19 juga sudah mulai berkurang. Akhirnya kita mengizinkan kegiatan olahraga, ekskul, dan upacara. Kantin juga sudah boleh berjualan,” ujarnya, kemarin (29/10).

Kendati demikian, Amin mengungkapkan, dilonggarkannya beberapa peraturan ini tetap harus memperhatikan batasan. Seperti upacara sekolah. Selama PTM terbatas, upacara hanya dilakukan dua minggu sekali. Sedangkan untuk olahraga dan pelaksanaan ekskul dilakukan secara prokes dan terbagi dalam dua sesi. ”Kalau kantin kita perbolehkan buka namun hanya menyediakan air minum mineral saja. Karena saat ini, anak-anak masih melakukan pembelajaran tanpa jam istirahat,” jelas dia.

Selain dilonggarkannya beberapa kegiatan PTM, Amin menuturkan. mulai minggu depan pula penambahan jam pembelajaran mulai diberlakukan. Untuk jenjang SD semula hanya 2 jam ditambah menjadi 2 jam 45 menit. Sedangkan, SMP semula 2 jam 40 menit kini bertambah menjadi 3 jam. ”Penambahan jam itu berlaku untuk hari senin hingga kamis, sedangkan hari jumat tidak ada penambahan jam pelajaran,” ulas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Dikatakannya pula, untuk kapasitas siswa dan izin orang tua untuk anak mereka yang tidak diperkenankan masuk masih diberlakukan hingga saat ini. Otomatis, lembaga sekolah masih wajib menyelenggarakan daring bagi murid yang tidak diizinkan orang tuanya mengikuti PTM terbatas. ’’Izin orang tua wajib hukumnya. Jika tidak diizinkan, sekolah tetap harus melayani pembelajaran jarak jauh. Kapasitas siswa juga masih tetap 50 persen,” tukasnya. (oce/ron)

(mj/OCE/fen/JPR)