Kerap Di-Bully Tetangga, Pelajar SMP Tusuk Pemilik Rumah Kos

OPNAME: Kanitreskrim Polsek Banyuwangi Ipda Prasetya melihat kondisi Suwandi di RSUD Blambangan kemarin (27/10). (Bagus Rio Rahman/RadarBanyuwangi.id)

RADARCIANJUR.com – Warga Lingkungan Mulyo Asri, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi dikejutkan dengan insiden berdarah kemarin (27/10). Suwandi, 56, pemilik rumah kos putri yang beralamat di Jalan Kalasan, Kelurahan Penganjuran itu ditemukan bersimbah darah.

Warga Sidoarjo itu ditusuk oleh seorang pelajar SMP. Pelaku yang masih duduh di bangku kelas 2 SMP itu melakukan penusukan menggunakan pisau dapur yang dibawanya. Korban yang ditusuk dari belakang mengalami luka di kepala bagian belakang, telinga, dan mata.

Beruntung, nyawa korban masih dalam bisa diselamatkan. Saat kejadian, dia bisa melawan dan mengamankan pelaku meski dengan tangan kosong. ”Pelaku hendak menusuk saya dari belakang, beruntung saya melihat dan menghindar. Pisau yang dibawanya tetap mengenai pelipis, mata, dan kepala bagian belakang telinga,” ujar Suwandi saat dimintai keterangan di RSUD Blambangan.

Pelaku datang saat rumah kos sepi. Saat itu, Suwandi duduk di kursi depan rumahnya. Kondisi pintu rumah yang terbuka memudahkan pelaku masuk ke rumah. ”Saat saya hendak membuat kopi di belakang ruang tamu, pelaku tiba-tiba masuk dan menusuk saya. Sasarannya leher yang akan ditusuk, beruntung saya berhasil menghindar,” katanya.

Meski berhasil menghindar,  pisau pelaku tetap mengenai pelipis dan matanya. Ada juga sedikit luka di kepala bagian belakang telinga. ”Untung tangan pelaku berhasil saya pegang dan amankan. Saya langsung mengamankan pelaku dengan memegangnya cukup kencang agar tidak kabur, sampai ada warga yang membantu,” terangnya.

Istri Suwandi, Santi menjelaskan, pelaku sebenarnya sudah dua kali datang ke rumah kos miliknya. Pada hari Selasa (26/10) pukul 10.00, pelaku datang dengan alasan meminta bunga kamboja yang ada di depan rumah kos. ”Sudah dua kali datang, di hari pertama pelaku meminta bunga dan sudah saya perbolehkan. Pelaku malah tidur di teras depan rumah kos,” terang wanita 55 tahun tersebut.

Keanehan terjadi kembali kemarin (27/10). Sekitar pukul 05.30, pelaku datang dengan mengenakan seragam sekolah lengkap. Pelaku tiba-tiba duduk di kursi depan rumahnya. ”Sempat saya tanya, kenapa tidak sekolah. Tetapi pelaku mengaku jika masuk pada gelombang kedua, bahkan pelaku mengatakan jika ingin belajar di tempat kos,” ungkapnya.

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin melalui Kanitreskrim Ipda Prasetya mengatakan, aksi yang dilakukan pelaku ternyata didasari atas sakit hatinya kepada warga sekitar. Pelaku kerap di-bully hingga menyangkut agama dan ras. ”Pelaku ternyata masih status pelajar dan masih di bawah umur,” jelasnya.

Atas insiden tersebut korban bisa memaafkan pelaku. Pertimbangannya, pelaku masih di bawah umur dan masa depannya masih panjang. ”Pelaku kita lepas lantaran korban sudah memaafkan,” kata jelasnya.

(bw/rio/aif/als/JPR)