Mahasiswa Vokasi IPB University Dituntut Kuasai Teknologi

Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB mengadakan Workshop di Hotel Salak The Heritage, Jl. Ir. H. Djuanda No.8 Kota Bogor.

RADARCIANJUR.com – Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB menggelar Workshop Penyelarasan Desain Pembelajaran Case Method dan Team Base Project secara hybrid daring dan luring.

Acara yang dihelat di Hotel Salak The Heritage, Jl. Ir. H. Djuanda No.8 Kota Bogor itu, dihadiri oleh seluruh dosen tetap Prodi MAB Sekolah Vokasi IPB University, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Ketua pelaksana Workshop Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si. mengatakan, kegiatan ini merupakan Program Kompetitif Kampus Vokasi tentang Pengembangan Program Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis.

“Kegiatan Worshop ini digelar selama dua hari,” kata Doni.

Ketua Program Studi, Dosen, dan PLP dari Jurusan Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Anita Ristianingrum, MSi mengatakan, bahwa saat ini pendidikan vokasi harus link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.

Adapun syarat pertama terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri adalah pembuatan kurikulum bersama.

“Di mana kurikulum tersebut harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri untuk itu diperlukannya penyelarasan kurikulum pembelajaran,” ujarnya.

Adapun sejumlah narasumber pada acara Workshop di antaranya Ketua Asosiasi Agribisnis Indonesia, Dr. Ir. Burhanuddin, MM, dan
Plt Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi, Muhammad Fuad Al Haris, S.T., M.T.

Materi yang disampaikan berjudul Penerapan Case Method dan Team Based Project dalam Proses Belajar Mahasiswa.

Dalam materi tersebut disampaikan bahwa dalam pembelajaran Case Method dan Base Project diperlukan pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) karena merupakan panduan bagi dosen dalam pengampuan pembelajaran pada matakuliah, sebagai acuan bagi siklus perbaikan berkelanjutan, memberikan transparasi dan akuntabilitas dalam pembelajaran, lebih efisien dan efektif pada performa hasil belajar, dan menjadi ketercapaian hasil belajar.

Selain itu, ada juga penyampaian materi terkait Profil Lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan Dunia Usaha Dunia Industri di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

“Di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 semua hal sudah menggunakan teknologi termasuk pembelajaran perkuliahan oleh karena itu kita dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi,” ujar Ketua Asosiasi Agribisnis Indonesia, Dr. Ir. Burhanuddin, MM.

Ia menambahkan, bahwa kompetensi utama lulusan perguruan tinggi pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 yang dibutuhkan yaitu dapat memecahkan masalah yang komplek, dapat berfikir kritis, kreatif, kemampuan memanajemen, dapat berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, kemampuan menilai dan mengambil keputusan.

“Selain itu juga, lulusan Perguruan tinggi pertanian harus berorientasi mengedepankan pelayanan, memiliki kemampuan bernegosiasi, dan dapat mengembangkan kemampuan diri,” pungkasnya.(*/sal)