Bupati Cianjur Tinjau Langsung Jembatan Siluman di Cibokor

AKSES WARGA: Bupati Cianjur, Herman Suherman memantau Jembatan Siluman melalui jembatan kayu yang berada di samping Jembatan Leuwidahu. (Foto Tangkapan Layar)

RADARCIANJUR.com- Jembatan di Leuwidahu Desa Cibokor Kecamatan Cibeber yang sempat ramai dengan julukan Jembatan Siluman, akhirnya ditinjau oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman pada Jumat (29/10) kemarin.

Saat melakukan peninjauan, dirinya mengarakan proses pembangunan jembatan penghubung antar kampung yang telah selesai itu dipastikan sudah sesuai dengan desain dan perencanaan.

“Saya sudah mengunjungi Jembatan Leuwidahu bersama masyarakat dan setelah dilakukan pengecekan proses pembangunanya sudah sesuai dengan gambar dan rencan,” ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut, merupakan kolaborasi perencanaan yang menggunakan dana dari pemerintah daerah, desa, TMMD dan masyarakat.

“Memang desainya jembatan dulu, sedangkan tanahnya dari masyarakat. Pembangunan jembatan itu merupakan akses penghubung antar kampung, ke kantor desa, dan ke tempat wisata,” ungkapnya.

Selain itu, Herman menambahkan, pembangunan jembatan di Desa Cibokor itu, merupakan aspirasi dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur dan perencanaan itu sudah bagus.

“Proses perencanan akan dilanjutkan pada minggu depan, sehingga akhir tahun jembatan tersebut sudah dapat digunakan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumny, sejumlah warga Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, dibingungkan dengan sebuah jembatan yang baru selesai dibangun. Pasalnya tidak memiliki akses jalan sama sekali, sehingga tidak dapat digunakan.

Jembatan yang dibangun diatas Sungai Cikored penghubung antara Kampung Cibitung Muara dan Pamoyanan itu, hingga kini terbengkalai dan tidak bisa dilintasi.

Warga yang hendak melintas terpaksa harus menggunakan jembatan lama yang dibangun dari bambu, bahkan tidak sedikit warga yang terjatuh saat melintasi jembatan bambu itu, karena tidak ada pegangan dan sudah rapuh.

Kepala Desa Cibokor, Elian Syahudin mengatakan, jembatan yang baru dibangun tersebut hingga saat ini belum dapat digunakan warga, karena tidak ada akses ke jembatan.

“Jembatan itu, baru selesai dibangun sekitar tiga minggu itu, dan kalau tidak salah pembangunanya memakai anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), karena alokasi dana hanya untuk jembatan saja, dan tidak bisa membangun jalan cukup luas, anggaran hanya cukup sebelas meter untuk bentangan jalan jembatan,” tutupnya. (kim)