IJTI Korda Cianjur Sasar Pelosok

RADARCIANJUR.com-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Cianjur mengelar Diklat Jurnalistik Tingkat SMA/SMK di Cianjur selatan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Rapat Kerja Tahunan pada Jumat-Minggu, akhir pekan lalu.

Diklat jurnalistik tersebut diikuti kurang lebih 25 siswa SMA/SMK dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sindangbarang, Leles, Agrabinta, dan Cidauan.

Ketua IJTI Korda Cianjur, Rendra Gozali menyatakan, pihaknya sengaja menyasar Cianjur selatan agar terjadi pemerataan. “Sejak tahun kemarin kami sudah keliling. Kali ini giliran di Cianjur selatan,” ujar Rendra.

BACA JUGA : Bupati Cianjur Tinjau Langsung Jembatan Siluman di Cibokor

Terkait Raker tahunan, didapatkan sejumlah rekomendasi yang nantinya akan disusun menjadi program kerja untuk satu tahun mendatang. Setahun terakhir, pihaknya sudah menggelar berbagai program.

Di antaranya terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan membuat kampanye kreatif protokol kesehatan, bansos untuk masyarkat terdampak, sampai pelatihan jurnalistik untuk pelajar, serta diklat antihoax untuk kalangan pelajar dan pemuda dan lain sebagainya.

“Kami ingin memberikan kontribusi riil untuk bangsa, khususnya Kabupaten Cianjur. Di jalur pendidikan dan sosial ini kami bergerak,” kata jurnalis SCTV dan Indosiar ini.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IJTI Provinsi Jawa Barat, Ikhwan mengapresiasi kegiatan dan program-program yang selama ini dijalankan IJTI Korda Cianjur sebagai salah satu yang disebutnya cukup aktif di Jabar.

“Saya berharap, apa yang dilakukan teman-teman IJTI Korda Cianjur ini bisa ditiru oleh korda-korda lainnya di Jabar. Karena ini kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi supandi dalam sambutannya secara daring mengapresiasi kontribusi IJTI Korda Cianjur dalam pendidikan kejurnalistikan dan kampanye antihoax kepada para pelajar.

Menurut Dedi Supandi, generasi muda memang harus bisa memahami kaedah-kaedah dan kode etik jurnalistik. Terlebih di era digiral 4.0 dengan lompatan kemajuan yang cukup besar sehingga menuntut pula kreatifitas individu.

“Ini merupakan langkah yang cukup inovatif dari IJTI Korda Cianjur. Bukan saja mengajarkan soal jurnalistik, tapi juga memberikan bekal berharga kepada pelajar di era digital ini,” ujarnya.

Dedi berharap, nantinya ada diklat serupa yang dilakukan di daerah-daerah lain di Jawa Barat. “Semakin banyak pelajar paham jurnalisme dan terhindar dari hoax, semakin cepat Jabar juara,” tandasnya.(tim)