Soal Proyek Agrowisata di Sukaresmi, Forkopimcam Bakal Turun Tangan

Kawasan pembangunan Agrowisata di Desa Sukaresmi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca terjadinya banjir lumpur yang menerjang pemukiman warga di Kampung Garung, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, yang disebabkan adanya pembangunan Agrowisata beberapa waktu kemarin, Camat Sukaresmi mengaku, saat ini tengah berkoordinasi dengan Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompincam) di wilayah setempat.

Musyawarah tersebut dilakukan dengan maksud untuk menindaklanjuti bersama Forkopimcam ke pihak pengembang atau investor bagaimana kelengkapan izin dan site plan dari pembangunan Agrowisata itu.

“Kami saat ini sedang bermusyawarah dan koordinasi bersama Muspika atau Forkompincam. Karena informasi terkait pembangunan itu, kami belum mengetahui secara jelas. Sebab, Camat dan Kapolsek juga baru menjabat beberapa hari di sini. Makanya ini sedang dikoordinasikan dulu untuk menindaklanjuti soal itu,” tutur Camat Sukaresmi, Latip Ridwan saat dihubungi, Senin (01/11/2021).

“Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan segera mengecek langsung ke lokasi pembangunan Agrowisata di Desa Sukaresmi itu dalam mengantisipasi agar tidak terjadi lagi musibah yang bisa merugikan masyarakat,” sambungnya.

Lebih lanjut, Latip mengatakan, dari hasil musyawarah hari ini, pihaknya pun akan segera menyampaikan kembali kaitan hal itu supaya dapat diketahui bersama.

“Insya Alloh setelah musyawarah ini kita bisa segera ada hasilnya kang. Nanti kita sampaikan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan Agrowisata yang berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi hingga saat ini, menjadi salah satu penyebab sejumlah rumah warga di Kampung Garung RT 01 RW 01, terkena banjir lumpur.

Kejadian tersebut diawali dari hujan lebat yang mengguyur sekitaran Sukaresmi sejak beberapa hari terakhir. Bahkan diperparah tak adanya saluran drainase di jalur Mariwati-Sukaresmi. Sehingga air yang disertai lumpur dari kawasan proyek menerjang rumah warga.

“Jadi karena hujan deras beberapa hari ini, air dari proyek yang berada di atas lahan wilayah Desa Sukaresmi itu turun ke jalan yang disertai lumpur. Karena di jalur Mariwati-Sukaresmi itu tak ada gorong-gorong, akhirnya air bah tak bisa dicegah hingga masuk ke pemukiman warga,” ujar Ketua RT 01, Ali Subekti saat ditemui radarcianjur.com, Jum’at (29/10/2021) siang.

Yang terkejut dengan luapan banjir tersebut, lanjutnya, meskipun tidak tinggi, tapi air bercampur lumpur dari proyek pembangunan di atas itu membuat warga harus berjibaku untuk menyelamatkan barang-barang di dalam rumahnya masing-masing.

“Kalau rumah yang terdampak cukup serius itu ada sekitar lima bangunan milik warga. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah pun sekitar semata kaki. Tapi ada satu bangunan di bawah hingga setengah meter karena posisinya cukup dalam,” ungkapnya. (dan)