Tuntut UMK Cianjur Naik Sampai 21 Persen

ILUSTRASI: Foto uang hasil gaji bekerja.(dok Jawapos)

RADARCIANJUR.com- Buruh Kabupaten Cianjur menyayangkan upah minimum kabupaten kota (UMK) Cianjur paling rendah dibandingkan daerah sekitar Cianjur.

Sehingga, buruh Cianjur menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur) bisa menaikan UMK di kisaran 21 persen di tahun 2022 mendatang.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya meminta kenaikan UMK tahun 2022 yang naik sebesar 21 persen.

“Pertama dalam aspek politik kami, menagih janji Bupati dan wakil Bupati pada saat kampanye mereka berjanji akan menaikkan UMK Cianjur agar Buruh Cianjur bisa hidup dengan layak,” ujarnya.

Yang kedua, lanjutnya, aspek sosial yaitu UMK Cianjur beberapa tahun ke belakang merupakan UMK terendah di bandingkan dengan kota kabupaten tetangga.

“Di antara Bogor, Sukabumi, Purwakarta, dan Bandung Barat Cianjur lah yang paling rendah,” terangnya.

BACA JUGA : Harga Tes PCR di Cianjur Turun! Bagi Penyitas Gratis

Ketiga, Kabupaten Cianjur masuk kategori miskin ekstrim, untuk merubah keadaan tersebut.

“Salah satunya adalah menaikan nilai UMK agar daya beli masyarakat bisa meningkat,” ungkapnya.

UMK Kabupaten Cianjur saat ini ada di angka Rp2.699.814,40. Sehingga, apabila naik sebesar 21, kurang lebih akan menjadi Rp3.267.000.

“Kita juga sudah melakukan survei ke enam pasar tradisional rata-rata kebutuhan hidup buruh selama satu bulan di angka Rp3.100.000,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mendukung inisiatif para buruh untuk menaikan UMK di Tatar Kota Santri. Namun, hal itu perlu dilakukan sesuai regulasi.

“Saya mendukung kenaikan UMK, asal diikuti dengan regulasi. Perjuangkan, karena ini dalam rangka menyejahterakan masyarakat Cianjur,” terangnya.

Herman menjelaskan, teknisnya akan dibahas dengan OPD terkait yaitu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur. Akan dihitung berdasarkan aturan yang ada.

“Kita ikuti regulasi, dikaji dulu dengan tim, pengusaha, pemda, dan buruh, saya tanda tangan ajukan ke gubernur,” tutupnya. (kim)

UMK Kota Kabupaten. Cianjur Posisi Keenam

1. Kabupaten Bogor: Rp 4.217.206.
2. Kabupaten Purwakarta Rp. 4.173.568,61
3. Kota Bogor: Rp 4.169.806,58
4. Kabupaten Bandung Barat Rp 3.248.283
5. Kabupaten Sukabumi Rp3.125.444
6. Kabupaten Cianjur Rp2.699.814,40
7. Kota Sukabumi : Rp 2,530,182