Itikad Baik Kades Kembalikan Insentif Guru Ngaji, Kejari : Lebih Ke Pembinaan

ILUSTRASI: Foto uang hasil gaji bekerja.(dok Jawapos)

RADARCIANJUR.com- Setelah ramainya pemberitaan penyelewengan anggaran dana insentif guru ngaji yang dilakukan oknum Kades DF di Kecamatan Cilaku.

Kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cianjur ikut bersuara dan menilai kasus tersebut telah selesai dengan adanya itikad baik dengan pengembalian dana yang terpakai olehnya.

Kasi Intel Kejari Cianjur Trio Andi mengatakan, telah ada itikad baik dari kades dengan mengembalikan dana insentif guru yang terpakai sehingga pihaknya tidak melakukan pemanggilan.

“Ya, minimal sudah dikembalikan lagi, hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik,”katanya.

Trio Andi menegaskan, tak boleh ada kasus serupa terjadi di desa tersebut.

“Kalau memang terulang lagi, akan ada upaya hukum langsung,”paparnya.

Menurutnya, Kejari Cianjur terus berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan pembinaan kepada Kepala Desa.

“Kalau untuk Desa kita tak hanya melakukan tindakan hukum, tapi diupayakan dulu untuk pencegahan dan pemulihannya,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa, DF membenarkan telah memberikan dana insentif guru ngaji yang sempat terpakai pada tahun 2020.

“Sudah diberikan kemarin kepada 38 guru ngaji,”katanya.

Menurutnya, pemberian tersebut sekaligus memberikan dana insentif pada tahun 2021.

“Kebetulan sekalian membagikan dana insentif tahap 4 tahun 2021 dan itu di saksikan pihak kecamatan sekaligus mengecek kelengkapan administrasi,”pungkasnya. (byu)