Mekarjaya Diterjang Pergerakan Tanah, Ratusan Rumah Rusak, Jembatan Putus

Ratusan rumah milik warga di lima kedusunan di Desa Mekarjaya rusak dan satu jembatan putus.

RADARCIANJUR.com – Ratusan rumah milik warga di lima kedusunan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, rusak akibat bencana pergerakan tanah yang menerjang kawasan itu, Selasa (2/11).

Pergerakan tanah yang terjadi di akibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak kemarin siang hingga kini.

Informasi yang dihimpun, lima kedusunan yang terdampak pergerakan tanah, di antaranya Dusun Gunung Kembang, Cilimus, Mekarmulya, Leuwibitung, dan Konggas.

Kepala Desa Mekarmulya, Ahmad Saepudin mengatakan, berdasarkan pendataan yang terdampak bencana tersebut mencapai 100 rumah.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara terdapat 100 rumah warga yang mengalami rusak akibat pergerakan tanah,”katanya.

BACA JUGA : Waspada Cuaca Ekstrem di Bulan November

Adapun masing-masing rumah warga dikategorikan mengalami rusak ringan, sedang, dan berat dan tersebar di lima kedusunan di wilayah desa tersebut.

“Kondisi geografisnya memang tanahnya labil, ditambah guyuran hujan yang terjadi sejak siang kemarin. Sehingga menyebabkan pergerakan tanah, terdapat 100 rumah warga yang rusak, mulai dari rusak ringan, sedang, dan berat,”ungkapnya.

Selain itu, pergerakan tanah yang terjadi juga menyebabkan jembatan di Kampung Leuwibitung RT 04 RW 04 putus dan sementara tidak dapat dilalui oleh kendaraan dan aktivitas manusia.

“Sejumlah jalan lingkungan juga mengalami retakan yang cukup dalam dan lebar akibat dari pergerakan tanah tersebut,”tuturnya.

Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa itu. Namun kerugian material di taksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Hingga kini warga dibantu perangkat desa dan unsur TNI-Polri masih berusaha mengevakuasi bangunan yang terdampak. Warga yang rumahnya rusak berat akan kita tampung sementara di Aula Desa,”paparnya.

Semen itu, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat menyebutkan jajarannya telah menerjunkan dua tim untuk melakukan penanganan di lokasi bencana pergerakan tanah itu.

Asep mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat cuaca ekstrim yang terjadi.

“Sejumlah wilayah saat ini darurat bencana hidrometeorologi, jadi warga agar meningkatkan kewaspadaan,”pungkasnya. (byu)