Alat PCR Hanya Berlaku Satu Tahun

DETEKSI SEJAK DINI: Tenaga pengajar dan staf di SMANSA Cianjur melaksanakan tes PCR sebagai langkah antisipasi dan mengetahui kondisi kesehatan di lingkungan sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kadaluarsa atau expired date ternyata tidak hanya terdapat pada obat-obatan saja. Namun alat Polymerase Chain Reaction (PCR) atau alat untuk tes Covid-19 memiliki masa kadaluarsa.

Hal ini tentu perlu dipahami agar alat tes yang digunakan bisa maksimal dan masyarakat lebih jeli.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, alat tes PCR terdiri atas mesin dan bahan habis pakai. Ia menyebut, bahan habis pakai terdiri atas media sampel dan reagen.

“Kalau mesin tidak ada masa kadaluwarsa, tetapi yang dua ini reagen dan media sampel itu ada,” ujarnya.

BACA JUGA : Cianjur Tunggu Regulasi Vaksinasi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Yusman memaparkan, media sampel biasanya memiliki masa kadaluarsa yang cukup lama, yaitu satu sampai dua tahun.

“Kalau reagen itu punya masa yang lebih pendek yaitu satu tahun,” ungkapnya.

Lanjut Yusman, masa kadaluarsa alat tes PCR tidak berpengaruh terhadap kesehatan pasien yang dites, tapi terhadap efektifitas alatnya itu sendiri.

“Artinya selama itu masih dalam rentang waktu expired date kemudian itu tidak ada indikator perubahan warna atau bentuk itu masih bisa dipakai walaupun batas akhir expired datenya sudah dekat tidak masalah,” terangnya.

Dirinya menilai, masa kadaluarsa alat tes PCR tidak menjadi patokan utama apakah alat itu layak digunakan atau tidak. Ada penyebab lain seperti perubahan fisik.

“Kalau reagen baru pun kalau sudah berubah warna tapi expired-nya masih jauh itu tidak bisa digunakan, jadi tergantung fisik kalau sudah jelek ya tidak bisa dipakai,” tutupnya. (kim)