Ayo, Tinggal 9 Persen Lagi Menuju PPKM Level 2

Bupati Cianjur, Herman Suherman meninjau vaksinasi di Desa Mekargalih dan Desa Warudoyong Kecamatan Cikalongkulon.

RADARCIANJUR.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang ingin mengembalikan Cianjur ke PPKM Level satu terus di lakukan. Seperti gelaran vaksinasi yang di adakan di Desa Mekargalih dan Desa Warudoyong Kecamatan Cikalongkulon (2/11).

Dalam kunjungannya, Bupati Cianjur, Herman Suherman merasa behagia melihat antusias warga saat pelaksanaan vaksinasi.

“Saya bergembira melihat antusias dari masyarakat untuk pelaksanaan vaksinasi, karena kami dari pemerintah sayang dengan warga kami, kami ingin warga kami sehat wal afiat dan imunitasnya meningkat dengan cara di vaksin,” ujarnya.

Bupati mengatakan, Saat ini Cianjur baru mencapai 41 persen tingkat herd imunitynya, dari target untuk mencapai level 2 yaitu 50% masih perlu mengejar 9% lagi untuk herd imunity di Kabupaten Cianjur.

“Setelah mencapai level 2 yaitu 50 persen kita akan lanjutkan menuju level 1 yaitu 70 persen, saya melihat banyak inovasi-inovasi yang di lakukan oleh OPD, Kecamatan dan Desa dalam mengajak warganya untuk melaksanakan vaksinasi, ada yang diberikan ayam, ada yang di jemput pakai mobil sewaan untuk lansia, ada yang diberikan makan, dan malah ada yang kepala desanya menyediakan doorprice kepada warganya,” beber Bupati Herman.

Bupati Herman berharap agar Kabupaten Cianjur khususnya bisa segera terlepas dari Covid-19.

“Mari kita bergerak bersama-sama dan mendukung terciptanya herd imunity di kabupaten Cianjur, kita tuntaskan perjuangan kita 2 tahun kebelakang dengan segala suka dan dukanya, jangan biarkan perjuangan kita sia-sia, perjuangan para nakes yang berjibaku tiap hari, perjuangan ormas dan lsm yang turun kerumah-rumah untuk melakukan penyemprotan disinfektan dalam memutus mata rantai covid-19,” ujarnya.

“Insyaallah vaksinasi ini aman dan menyehatkan, agar antibody kita meningkat sehingga kita bisa bebas dari covid dan bisa kembali menjalani kehidupan dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru pasca covid di tahun 2022,” pungkasnya.(cep)