Cianjur Masuk Miskin Ekstrem, Kemendagri: Penanggulangannya Mesti Tepat Sasaran

Bupati Cianjur, Herman Suherman yang didampingi Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin beserta jajaran saat sedang mengikuti rakor melalui vicon. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Dalam upaya penangggulangan kemiskinan ektrem di Indonesia, Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin langsung Mendagri H.M. Tito Karnavian, melalui video teleconference menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama sejumlah pejabat daerah termasuk salah satunya kabupaten Cianjur.

Bupati Cianjur H. Herman Suherman yang didampingi Wakil Bupati, TB Mulyana Syahrudin beserta Sekretaris daerah (Sekda) Cianjur, H. Cecep S. Alamsyah dan perangkat daerah terkait serta jajarannya, mengikuti Rakor tersebut di Ruang Garuda Pendopo Cianjur, Rabu (03/11/2021).

Dalam rakor tersebut, Mendagri H.M. Tito Karnavian mengatakan, bahwa percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem itu harus dilakukan secara konvergen dan terintegrasi untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.

“Jadi pada hari ini kita membahas tentang penanganan kemiskinan ektrem secara konvergen dan terintegrasi, untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran pada lokus yang sama. Baik wilayah maupun target masyarakat yang berhak,” ujar Mendagri dalam rilis yang diterima Radar Cianjur dari Humas Pemkab, Rabu (03/11).

Rakor yang digelar pun merupakan tindak lanjut pada rapat sebelumnya, yang membahas tentang kemiskinan ektrem termasuk tujuh provinsi dan 35 kabupaten se-Indonesia.

Sebagai bahan informasi, bahwa sebelumnya, Kabupaten Cianjur termasuk dari beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang masuk dalam kategori daerah berpenduduk miskin ekstrem.

Berdasarkan data tingkat kemiskinan ekstrem Cianjur 4 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 90.480 jiwa.

Selain itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial Cianjur angka kemiskinan secara keseluruhan di daerah berjuluk Kota Santri ini mencapai 10 persen atau sekitar 300 keluarga.

Bupati Cianjur, H. Herman Suherman mengatakan, Cianjur saat ini berada di peringkat pertama tingkat kemiskinan dari lima kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

“Iya kita masuk dalam lima daerah di Jawa Barat dengan tingkat kemiskinan tinggi, dengan jumlah 90 ribu jiwa,” katanya.

Herman menuturkan, IPM Cianjur yang berada di peringkat terakhir di Jawa Barat dengan angka 65,38 menjadi salah satu faktor yang membuat indeks kemiskinan menjadi naik.

“IPM yang rendah mengakibatkan angka kemiskinan tinggi di Kabupaten Cianjur,” katanya.

Meski begitu, Pemkab akan terus berupaya mengetaskan kemiskinan sekaligus meningkatkan IPM. Diantaranya melalui peningkatan kualitas pendidikan hingga pertanian. (dan)