Dua Hari Selusin Bencana di Cianjur

TERTUTUP: Jalan Leuwibunder Kecamatan Sukanagara terdampak longsor, akibatnya kedua arah tidak dapat dilalui kendaraan.

RADARCIANJUR.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat awal November 2021 bencana tak henti-hentinya menerjang sehingga menimbulkan banyak kerugian materil bagi masyarakat.

Tercatat 12 bencana terjadi di wilayah Cianjur bagian selatan dalam kurun waktu dua hari saja. Pada Senin (1/11) terjadi di Desa Sukanagara dan Desa Gunungsari serta Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara yakni banjir serta longsor menyebabkan 125 unit rumah terdampak.

Kemudian longsor juga terjadi di Desa Wagunsari, Kecamatan Campaka sehingga sempat menutup akses jalan.

Selain itu, longsor juga menerjang Desa Campakawarna, Desa Cibanggala dan Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya menyebabkan lima rumah rusak berat, enam rumah rusak sedang dan 71 rumah ikut terancam serta empat hektare sawah rusak ringan serta banjir juga menerjang dua hektare sawah milik warga di Desa Sukamekar, Kecamatan Campakamulya.

Sedangkan pada Selasa (2/11) tercatat didominasi banjir dan pohon tumbang, adapun banjir terjadi di Desa Cisujen, Kecamatan Takokak dan turut terjadi di Desa Ciguha Kecamatan Sukanagara, Perempatan lampu merah Tugu Kitri, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah dan di Desa Munjul, Kecamatan Cilaku terjadi pohon tumbang, kemudian longsor terjadi di Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber.

BACA JUGA : Tebing Mariwati-Sukaresmi Ambrol

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi mengatakan, beberapa bencana telah masuk pendataan dan sebagian belum. “Untuk penanganan kita telah melaksanakan asessment dan yang lain sedang di lakukan asessment,” katanya.

Saat ini menurutnya belum ada imbauan dari Pemkab Cianjur tentang status bencana di Kabupaten Cianjur. “Kita siaga bencana, dari bupati secara inklusif belum turun namun kami sedang menyusun tim untuk turun ke lapangan bilamana terjadi banyak bencana,” ungkapnya.

Rudi menyebut, Cianjur selatan memiliki potensi bencana yang lebih banyak karena letak geografisnya bukit dan gunung. “Saat ini daerah rawan bencana ada di kecamatan yang berada di wilayah Cianjur bagian selatan,” pungkasnya.(byu)