Cianjur Darurat Guru Tenaga Pendidikan

ILUSTRASI : Salah seorang guru mengajar di ruang kelas.

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur kini darurat Guru Tenaga Pendidikan (GTK), hal tersebut dikarenakan minimnya kepala sekolah definitif baik SD dan SMP dan tenaga pengawas banyak yang akan memasuki masa pensiun.

Saat ini terhitung 320 SD dan 24 SMP belum memiliki kepala sekolah definitif dan untuk tenaga pengawas SMP hanya ada 20 orang dan sebagian akan pensiun pada tahun 2022.

Selain itu saat ini sekolah SMP ada 395 unit, jika di totalkan pengawas mensupervisi 20 sekolah, sementara itu jumlah pengawas SD 101 orang mengawasi 1240 sekolah SD .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur Himam haris membenarkan, adanya kekurangan tenaga pendidik guru dan pengawas sekolah.

BACA JUGA : Penyebab Kecelakaan yang Menewaskan Vanessa Angel dan Suami

“Yah betul, memang kondisinya seperti itu di Kabupaten Cianjur,”katanya.

Menurutnya saat ini, hanya ada pengangkatan bagi para PPPK.

“Yang sekarang tahun 2021 hanya mengalokasikan 279 orang untuk pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK),”terangnya.

Himam berharap, agar pemerintah pusat agar mau menambah kouta tenaga pendidik.

“Mohon pemerintah pusat mengalokasikan kuota tenaga pendidik di kabupaten Cianjur sesuai kebutuhan,”ungkapnya.

Sementara itu kekurangan, Guru Tenaga Pendidikan (GTK) di Kabupaten Cianjur juga di tanggapi oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur Ginanjar. Ia menilai kekurangan GTK dapat di maksimalkan oleh Disdikbud Cianjur selaku instansi terkait.

“Itu tergantung kepiawaian pak Kadisdik. Bagaimana memaksimalkan staff yang sudah memiliki kemapuan dan memenuhi ketentuan kebutuhan,”terangnya.

Sementara itu Bupati Cianjur, H.Herman Suherman mengatakan, akan ada pelantikan kepala sekolah untuk mengisi kekosongan di sejumlah sekolah.

“Untuk jabatan kepala sekolah yang kosong di beberapa sekolah, nanti akan segera di isi setelah 6 bulan pelantikan, Insyaallah sebentar lagi,”pungkasnya. (byu)