Harga Minyak Goreng Naik Perlahan

SEPI PEMBELI: Pedagang minyak goreng, Masari mengaku, kenaikan harga minyak goreng terus terjadi selama enam bulan terakhir. Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Enam bulan lamanya harga minyak goreng di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan secara bertahap baik minyak goreng jenis curah maupun kemasan literan.

Menurut informasi yang dihimpun, kenaikan harga minyak goreng telah dirasakan masyarakat sejak Mei 2021 sehingga berdampak kepada pengurangan pembelian minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu penjual minyak goreng Masari (28) warga Desa Sukajaya, Cugenang mengatakan, kenaikan harga minyak berlangsung secara bertahap dari harga awal sebesar Rp10.500. “Kenaikannya bertahap. Bulan pertama Rp1.500, bulan kedua naik Rp2.000, selanjutnya kenaikan Rp1.000 telah berlangsung selama enam bulan,” katanya.

Saat ini harga minyak goreng kemasan ukuran 1 liter berkisar dari harga Rp17 ribu hingga Rp18 ribu, sedangkan untuk ukuran 2 liter dengan harga Rp34 ribu hingga Rp36 ribu serta harga minyak goreng curah berada di angka Rp18 ribu per liter.

Masari menjelaskan, hal tersebut berdampak terhadap daya beli masyarakat sekitar untuk pembelian minyak goreng.
“Imbasnya pembeli mengurangi pembelian minyak goreng, baik yang curah maupun yang kemasan,” paparnya.

Ia menyebut, adanya isu yang berhembus mengenai dihilangkannya minyak goreng curah sehingga berdampak kepada kenaikan harga. “Dengar-dengar dari pasar minyak goreng curah mau dihilangkan diganti minyak liter. Nanti minyak literan katanya akan turun,” paparnya.

Sementara itu, pedagang gorengan, Elis (42) asal Desa Rancagoong mengatakan, akibat dari naiknya harga minyak keuntungan yang diterimanya mengalami penurunan. “Yah berdampak, soalnya gorengan itu pemakaian minyaknya banyak, sedangkan harga minyak naik,” tuturnya.

Meski harga minyak naik, namun Elis tak mau mensiasati dengan memperkecil ukuran gorengan yang ia jual seperti penjual gorengan lainnya. “Bingung juga, kalau di perkecil ukurannya, takut pembeli gak beli lagi ke sini, lebih baik untung sedikit dari pada tidak sama sekali,” ungkapnya.

Hal lain diungkapkan ibu rumah tangga Eva (32), warga Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, kenaikan harga minyak goreng juga dirasakan olehnya. “Saya kan sering masak yang goreng-gorengan, pasti butuh sekali minyak goreng. Karena minyak harganya naik agak dikurangi juga bikin yang goreng-goreng,” pungkasnya.(byu)