Vaksinasi Malam Hari di Cianjur Dipending

Salah seorang warga Cimacan saat tengah menjalani suntik vaksin Covid-19 yang digelar di Cibodas Cimacan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan vaksinasi di malam hari terus digodok pemkab Cianjur. Mekanisme hingga teknis pelaksanaannya pun dipikirkan matang-matang. Namun, yang menjadi hambatan terbesar adalah faktor cuaca dan maraknya bencana yang kini menghantui Kabupaten Cianjur.

Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi malam hari yang dicanangkan nantinya akan menggerakkan hingga tingkat RT dan RW.
“Jadi disarankan serta diintruksikan ke kecamatan untuk lebih mendekati titik-titik kumpul masyarakat. Bisa menggunakan tempat atau meminjam tempat warga seperti teras rumah. Opsi-opsi tersebut jangan terbatas pada yang disampaikan, namun di wilayah tersebut menyampaikan ide atau opsi lain agar tidak menyulitkan masyarakat. Sehingga difasilitasi saat masyarakat hanya memiliki waktu malam hari,” tuturnya.

Jika memungkinkan, lanjutnya, bisa dilaksanakan, namun jika ada kerawanan seperti kondisi cuaca, harus dicari opsi lain. Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) harus lebih dekat dengan titik masyarakat. “Yang menjadi pertimbangan karena cuaca, meskipun dicoba satu kali. Namun melihat cuaca tidak tentu terlebih wilayah rawan bencana itu kita tunda dahulu, sehingga sekarang sedang dicari opsi lain,” jelasnya.

Selain itu, syarat untuk masyarakat yang akan divaksin pun tidak sulit. Cukup membawa persyaratan seperti e-KTP dan persyaratan vaksinasi pada umumnya.

Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga vaksinator, pihaknya tidak membebankan kepada tim kesehatan rumah sakit atau puskesmas. Pasalnya, fasilitas kesehatan memiliki SDM terbatas. “Saat ini sudah ada relawan yang menambah kekuatan untuk vaksinator. Untuk menambah atau mencari relawan baru, hal tersebut melihat situasi. Jika diperlukan akan direkrut kembali dengan kualifikasi memiliki keahlian sebagai vaksinator,” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk honor relawan, masih dibahas. Karena seperti makan dan minum relawan di sentra-sentra mendapatkan swadaya. Sehingga masih dalam rancangan untuk honor, berbeda dengan tim kesehatan yang mendapatkan insentif dan jam tugas, akan diatur oleh puskesmas dengan sistem sif. Satu vaksinator melayani 150-200 orang,” tutupnya.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, penyelenggaraan vaksinasi malam hari tersebut memang belum secara rutin dilakukan, hanya gebyar satu hari.

Saat ini, pihaknya masih menyusun teknis pelaksanaan vaksinasi malam hari yang bisa dilaksanakan setiap harinya. “Ini masih kita diskusikan, karena kan tugas di puskesmas itu cukup banyak juga dan SDM juga terbatas,” ujarnya.

Lanjut Yusman, jika terjadi percepatan, pihaknya akan menggunakan relawan atau bidan praktek mandiri swasta. Pasalnya, masih perlu pembahasan matang untuk pelaksanaannya.

Bahkan, relawan pun rencananya akan ada penambahan. Dikarenakan, relawan yang saat ini tersedia sudah ditempatkan di sentra-sentra vaksinasi. “Harus (ditambah, red) yang sudah ada itu sudah ditempatkan di sentra-sentra. Tiap kecamatan membutuhkan kurang lebih 50 orang relawan dengan sistem kerja tiga hari sekali,” ungkapnya.

Kecuali, lanjutnya, kecuali ada anggaran untuk membuka pendaftaran relawan baru. “Jadi sekarang setiap kecamatan harus bisa mengefektifkan SDM yang ada terlebih dahulu,” ungkapnya.(kim)