Gunung Gede Pangrango Masih Tutup, Pendaki Nakal Disanksi

Sejumlah pendaki nakal diberi sanksi saat hendak masuk ke kawasan pendakian Gunung Gede Pangrango. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terpaksa menutup kembali pendakian dan wisata alamnya secara resmi terhitung sejak Senin (01/11/2021) hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut disampaikan berdasarkan surat instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2021 dan surat edaran Bupati Cianjur serta Sukabumi terkait masih masuknya level 3 PPKM di tiga wilayah tersebut.

Dalam penutupan pun, tentunya tak menutup kemungkinan jika pada waktu yang sudah ditentukan penyebaran Covid-19 masih tetap mengalami peningkatan, berdasarkan informasi dari satuan tugas atau Satgas Covid-19, maka penutupan akan diperpanjang hingga batas waktu yang memungkinkan pendakian aman.

“Seluruh kegiatan wisata alam, pendakian, berkemah di TNGGP masih ditutup, kecuali di situgunung yang telah mendapatkan izin khusus,” begitu pernyataan yang dikutip radarcianjur.com, dalam Instagram resmi bbtn_gn_gedepangrango.

Namun begitu, pihaknya mengingatkan, bagi para calon pendaki yang sudah melakukan pembayaran melalui proses booking online pada 01 November kemarin, maka diminta untuk menjadwal ulang atau reschedule waktu pendakiannya, atau juga pengembalian uang.

“Jadi bagi para calon pendaki yang sudah melakukan booking online tadi, bisa menghubungi call center BBTNGGP khusus pendakian di nomor (0263) 2950977, untuk informasi lebih lanjutnya,” kata dia.

Di sisi lain, pada Sabtu 6 November 2021, beberapa pendaki ilegal yang kedapatan melompati pagar dalam kondisi sudah dikunci, diduga akan mendaki. Padahal pendakian pun masih ditutup untuk umum.

“Jadi karena para pendaki nakal itu diduga hendak mendaki dengan cara naik lewat jalur Cibodas, maka salah satu hukuman yang diberikan petugas kami berupa push up,” ujar Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni saat dikonfirmasi, Minggu (07/11/2021).

Sebelumnya, Jumat (5/11/2021), pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Polres Cianjur terkait perlindungan dan pengamanan di TNGGP, termasuk pendakian yang selalu bikin heboh.

“Petugas kami cukup kewalahan menghadapi para pendaki yang mencoba
tetap naik Gunung Gede meski tahu masih ditutup,” katanya.

“Kami mengimbau kepada semuanya, jangan sampai berani untuk melakukan pendakian jika memang belum resmi dibuka. Jadilah pendaki cerdas, patuhi semua peraturan yang diberlakukan, untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya. (dan)