Pengedar dan Pembeli Rokok Ilegal Bakal Kena Sanksi Pidana

Tim dari Bea Cukai Bogor tengah mensosialisasikan aturan perundang-undangan rokok ilegal. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) bersama Bea Cukai Bogor, mensosialisasikan ketentuan aturan perundang-undangan cukai untuk menekan angka peredaran rokok ilegal kepada sejumlah stakeholder pada Selasa (9/11/2021), di Hotel Cianjur, Cipanas.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Cianjur, Moch Irfan Sofyan mengatakan pentingnya melakukan sosialisasi tentang bea cukai ini, salah satunya agar masyarakat lebih peka terhadap aturan yang berlaku khususnya dalam pencegahan tindak pidana penyebaran penjualan rokok khususnya secara tak berizin atau legal.

“Sosialisasi ini penting untuk diketahui semua pihak, apalagi terkait penjualan rokok. Makanya kami mengundang sejumlah stakeholder seperti para pedagang, pengelola pabrik yang berhubungan, relawan, Dinas Pertanian dan Diskoperindag, serta unsur lainnya supaya sama-sama paham pentingnya cukai dan legalitas pemasaran rokok saat ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia menyebut, dari informasi yang diterima, bahwa masih adanya pemasaran khususnya rokok secara ilegal di masyarakat. Bahkan, kerugian yang didapat dari sebagian praktek tak berizin rokok tersebut bisa mencapai Rp 54,8 Triliun.

“Maka dari itu kami dari Pemkab dan juga beacukai kantor Bogor sangat intens sekali mensosialisasikan terkait dengan peraturan perundang-undangan rokok ilegal ini. Karena praktek yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab itu tentu bisa dikenai pidana,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, ketika sosialisasi ini bisa disampaikan kembali secara baik kepada semua elemen, pendapatan ke kas negara itu nantinya bisa memperoleh sekitar 7,3% atau senilai Rp 183 Triliun pertahun.

“Jika bea cukai tersebut bisa secara maksimal dikelola, maka salah satu pemasukan terbesar kas Negera dari bea cukai pun bisa didapat dengan maksimal,” kata dia.

Ia pun tak lupa mengimbau kepada warga khususnya para perokok, untuk sama-sama mendukung upaya pemerintah dalam memberantas peredaran rokok-rokok ilegal di masyarakat. Sehingga diharapkan, jika memang sudah biasa merokok, maka merokoklah dengan produk legal. Jangan yang tak berizin, karena bisa terjerat hukum.

“Jadi baik yang mengedarkan maupun yang membeli produk-produk ilegal khususnya rokok, itu bisa dikenakan sanksi pidana setahun hingga lima tahun penjara. Makanya ayo beli barang-barang yang legal dan berizin,” tutupnya. (dan)