Harga Minyak Goreng Menggila, Kadisperindag Cianjur: Kita Prihatin dan Bersabar

Salah seorang pedagang sembako dan minyak goreng di pasar Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Harga minyak goreng curah maupun kemasan di Kabupaten Cianjur khususnya terus melejit naik. Kondisi tersebut tentu dikeluhkan para pedagang dan masyarakat.

Meski begitu, melonjaknya kebutuhan yang tergolong dalam sembilan bahan pokok (sembako) tersebut, sudah menjadi isu secara nasional sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian, Tohari Sastra mengungkapkan bahwa dalam situasi seperti ini, pihaknya tak bisa berbuat terlalu jauh. Sebab, kenaikan harga minyak goreng pun bukan hanya terjadi di Kabupaten Cianjur saja, tetapi persoalan nasional.

“Jadi adanya kenaikan harga minyak ini sudah isu nasional, dan mungkin mengikuti harga dunia. Kami saat ini tengah berkoordinasi bersama kementrian terkait. Mudah-mudahan saja segera ada solusi,” ujar Tohari kepada radarcianjur.com saat dikonfirmasi, Rabu (10/11/2021).

Bahkan tak hanya itu, ia mengaku, Diskoperindag Cianjur saat ini tengah memikirkan bagaimana langkah-langkah serta upaya pemerintah dalam menangani melejitnya harga minyak goreng tersebut.

“Kami lagi pikirkan kaitan langkah-langkah apa dalam menanggulangi kenaikan harga minyak goreng saat ini. Namun yang saya lebih hawatirkan itu justru terkait stok. Tapi ternyata Alhamdulillah stok di Cianjur ini terbilang aman,” katanya.

Lebih lanjut, Tohari mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan operasi pasar. Karena hal tersebut tentu memerlukan biaya serta kesediaan setelah ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi.

“Yang jelas kami turut prihatin dengan adanya kondisi kenaikan minyak goreng saat ini. Tapi mudah-mudahan situasinya bisa segera kembali normal, dan masyarakat pun dapat bersabar dengan melonjaknya harga minyak di pasaran,” tuturnya.

Di sisi lain, Roni (36) salah seorang pedagang sembako di Pasar Cipanas mengaku, bahwa sudah beberapa hari ini dirinya tak lagi berjualan minyak goreng, baik kemasan maupun curah.

“Kami sebagai pedagang kecil di Pasar tentunya sangat terpukul karena naiknya minyak goreng. Apalagi ekonomi saat ini terbilang masih belum begitu stabil,” ujarnya, Rabu (10/11).

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat dari UPTD Pasar Cipanas, harga minyak kemasan 1 liter saat ini rata-rata dijual mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu. Sedangkan minyak curah, dijual dengan harga Rp 19 ribu per liter.

Begitu pula dengan harga jual minyak kemasan 2 liter, yang biasanya dijual Rp 30 ribu, kini bisa mencapai Rp 35 ribu di pasaran. (dan)