Sering Bencana, Ternyata Ada Indikasi Kerusakan Lingkungan di Cianjur

TERTUTUP: Jalan Leuwibunder Kecamatan Sukanagara terdampak longsor, akibatnya kedua arah tidak dapat dilalui kendaraan.

RADARCIANJUR.com- Seringnya bencana terjadi di Kabupaten Cianjur seperti banjir hingga tanah longsor, selain diakibatkan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini, ternyata didapati adanya kerusakan lingkungan.

Indikasi kerusakan lingkungan tersebut didapati di Kecamatan Cikalongkulon dan Sukaresmi yang dipaparkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Cianjur, Dedi Junaedi mengatakan, pihaknya menemukan indikasi kerusakan lingkungan di dua titik.

“Ada dua titik yang menjadi indikasi kami, yaitu di Kecamatan Cikalongkulon dan di Kecamatan Sukaresmi,” ujarnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan tentang kerusakan lingkungan yang ada di dua titik tersebut secara mendetil.

“Insya Allah kami akan melakukan survey ke lokasi. Namun, yang di Sukaresmi menurut info itu ada wisata baru,” terangnya.

Lanjut Dedi, indikasi atau temuan mengenai pencemaran lingkungan belum ditemukan. Dirinya baru mendapatkan informasi kerusakan saja.

“Kalau untuk pencemaran itu belum ada,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pimpinan kegiatan atau usaha pertambangan, pengolahan bahan pertambangan dan sejenisnya untuk lebih memperhatikan lingkungan.

“Kita sudah berikan edaran merujuk pada informasi BMKG mengenai peningkatan curah hujan yang berpotensi menjadi bencana,” jelasnya.

“Lalu, melakukan kegiatan yang sifatnya mengantisipasi terjadinya bencana longsor, dan pergerakan tanah di lokasi kegiatan atau usaha,” sambungnya.

Selain itu, diimbau untuk melakukan pengendalian air larian (run off) sehingga tidak menggenangi jalan atau mengotori dan mencemari sungai sekitar.

“Kami sampaikan, atas segala kelalaian baik disengaja maupun tidak disengaja yang mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat kegiatan atau usaha mereka, maka dapat dikenakan sanksi hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tutupnya. (kim)