153 Kasus Gizi Buruk Cianjur, 3 Orang Meninggal

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Kasus gizi buruk di kabupaten meningkat selama periode pandemi Covid-19, tiga di antaranya meninggal Dunia

Hal tersebut berdasarkan data dari tahun 2020 hingga September 2021.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rina Yudiantini, mengatakan, ada 153 kasus gizi buruk selama periode tersebut.

“Per tahun 2020 kemarin, angka kasus gizi buruk di Cianjur kurang lebih mencapai 153 kasus. Jika tahun 2021 ini masih berjalan, namun hingga bulan September kurang lebih mencapai 86 kasus,” katanya di konfirmasi Radar Cianjur melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Rina mengatakan, data yang masuk ke Dinas Kesehatan berdasarkan atas laporan masuk dari masing-masing Puskesmas.

“Tentunya kami dari Dinkes langsung turun menangani dan memberikan perawatan secara intensif terhadap pasien gizi buruk tersebut,”paparnya.

Pola hidup sehat serta penyakit bawaan atau genetik menjadi beberapa faktor penyebab gizi buruk.

“Jadi, tak harus dari pola makan, namun dari penyakit penyertaan juga ada. Selain itu faktor genetik juga menunjang terjadinya kasus gizi buruk,”ujarnya.

Rina menjelaskan, beberapa kasus gizi buruk tidak bisa dilihat dari berat badan kasat mata atau tidak normal pada umumnya.

“Kalau memang tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang, sudah pasti masa perkembangan pada tubuh pun akan terhambat,” terangnya.

Menurutnya, saat dihantam pandemi covid-19 angka kasus gizi buruk di Cianjur ini bisa dikatakan meningkat akibat faktor ekonomi.

Sebenarnya untuk tahun 2021 ini bisa dikatakan angka kasus gizi buruk ini meningkat, mungkin karena efek domino sehingga banyak yang penghasilannya berkurang atau bahkan tidak punya sama sekali. Sehingga tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan asupan gizi,”jelasnya.

Lanjut Rina, yang paling terparah kasus gizi buruk baru-baru ini adanya penyakit penyerta yang menyebabkan si balita ini menderita gizi buruk.

“Selama tahun 2021 ini, angka kasus kematian gizi buruk kurang lebih ada tiga. Namun, hingga saat ini kami dari Dinkes masih menunggu laporan masuk dari pihak Rumah sakit,”pungkasnya. (byu)