32 Warga Cianjur Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com- Satu pekan ini kembali tercatat tujuh orang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur. Muncul penderita Covid ini dari hasil testing yang dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Jika digabung dengan dua pekan lalu 25 positif maka menjadi 32 positif Covid.

Ketujuh orang positif Covid-19 tersebut tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilaku. Rata-rata mereka mengalami gejala, sehingga hanya melakukan isolasi mandiri selama kurang lebih satu minggu di rumah masing-masing.

Sementara itu, pada dua pekan sebelumnya, terdapat pula 25 kasus aktif dan hingga kini masih melakukan isolasi mandiri dan belum sembuh. “Itu dari testing, kebanyakan hasil PCR bukan perjalanan dan rata-rata dengan gejala. Saat ini yang terkonfirmasi dua tiga minggu sebelumnya 25 orang yang belum sembuh, minggu ini tujuh orang,” kata Juru Bicara (JUbir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, Minggu (14/11).

Hingga saat ini, masyarakat yang terkonfirmasi tersebut tengah dalam pengawasan dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kecamatan masing-masing. “Seluruhnya yang terkonfirmasi saat ini masih dalam penanganan dan pengawasan dari Satgas Kecamatan,” terang Yusman.

Sebelumnya, jumlah pasien Covid-19 di tiga rumah sakit Pemkab Cianjur yakni RSUD Sayang, Cimacan dan Pagelaran sudah nol pasien isolasi. Bahkan ruang isolasi rumah sakit sudah kembali ke ruang rawat biasa. Bahkan, selain rumah sakit, tempat isolasi di dua tempat yakni Ciherang dan Ciloto pun sudah tidak digunakan.

Sementara itu, target vaksinasi yang dikejar Kabupaten Cianjur untuk menuju 70 persen hingga akhir tahun 2021, ternyata masih belum tercapai. Saat ini baru mencapai persentase 52 persen atau di angka 1 juta orang. Sementara untuk lansia dari yang ditargetkan 168 ribu orang saat ini sudah mencapai 42 persen atau 75 ribu orang

Dalam sehari, kecepatan rata-rata sudah mencapai 30 ribu dosis. Sehingga capaian yang ditargetkan bisa terkejar untuk berada di level dua. Namun, pihaknya belum bisa memastikan akan bisa tercapai hingga akhir tahun yakni 100 persen.

Padahal pemerintah pusat sendiri meminta agar setiap pemerintah daerah sudah harus mencapai 100 persen vaksinasi. Maka untuk mengejar target 70 persen, kecepatannya perlu ditingkatkan di atas 50 ribu dosis perhari.

Di sisi lain masih ada kendala, karena masih terdapat masyarakat Cianjur yang enggan divaksin. Cukup banyak juga 50 persen. Rata-rata belum mendapatkan sosialisasi mengenai vaksinasi, selain itu isu-isu terkait vaksin juga mempengaruhi.

Saat ini, ketersediaan vaksin di gudang farmasi terdapat 200 ribu vaksin berjenis Pfizer dan Moderna. Namun masih kurang sebanyak 300 ribu jika ingin mencapai 70 persen.(kim/nag)