Target Rangking Rendah Bencana, Cianjur Masih Minim Anggaran Kebencanaan

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cianjur M. Taufik zuhrizal. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Kurangnya kapasitas masyarakat dalam penanganan kebencanaan membuat Kabupaten Cianjur masih berada di indeks rawan kebencanaan tinggi, sehingga membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun agar menjadi daerah dengan rangking rendah bencana.

Diketahui Kabupaten Cianjur saat ini berada di peringkat ke empat Nasional dan tetap bertahan di peringkat satu resiko kebencanaan di Jawa Barat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur Taufik Zuhrizal menilai, banyak indakator-indakator yang menyebabkan Cianjur menjadi peringkat pertama bencana salah satunya kapasitas masyarakat terhadap kebencanaan masih berada di hitungan yang kurang.

“Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR), bagaimana caranya BPBD Cianjur dapat mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan kebencanaan sehingga level cianjur berada di rangking lebih rendah,”katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan BPBD dengan membentuk Desa tangguh bencana. Tercatat Tahun 2021 sudah terbentuk 44 Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Pembentukan Destana masih kecil dan minim, dari 360 Desa dan kelurahan ini kita baru terbentuk 44 sampai akhir tahun, untuk persentase sekitar 10 persen,”ungkapnya.

Saat ini menurutnya, Pemkab Cianjur telah menargetkan agar Desa dan Kelurahan se- Kabupaten Cianjur masuk ke program Destana.

“Bupati Cianjur H.Herman Suherman memang menargetkan di tahun 2024, Desa dan Kelurahan telah menjadi Desa tangguh bencana,”ungkapnya.

Namun kendala anggaran membuat proses penyamarataan Destana berjalan lambat.

“Memang terbentur anggaran, karena selama ini disokong oleh Pemerintah Provinsi dan Pusat,”pungkasnya. (byu)