Viral Ngakunya Anak SMP Sambil Ayun-ayunkan Clurit, Padahal Mantan Siswa SMP yang di ‘DO’

RADARCIANJUR.com – – Beberapa waktu lalu di Purwakarta heboh dengan adanya konvoi beberapa kendaraan bermotor yang ngakunya anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sambil mengacung-ngacungkan senjata tajam, padahal anak itu merupakan mantan siswa SMP yang di Drop Out (DO).

Demikian hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, saat dihubungi via seluller karena dirinya saat ini masih berada di luar kota.

“Dari hasil investigasi tim kami, ternyata ada beberapa anak alumni sekolah SMP, kemudian bawa-bawa anak pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Dan yang bawa-bawa senjata tajam itu eks siswa SMP yang di DO,” kata Purwanto, melalui seluller.

@radar_cianjur

#radarcianjur

♬ suara asli – radar cianjur – radar cianjur

Atas kejadian tersebut para pelajar dan dunia pendidikan merasa tercoreng, karena akibat ulah para alumni bawa-bawa pelajar yang masih menempuh dunia pendidikan seolah-olah mereka semua pelajar. Padahal bukan.

“Kalau istilahnya ‘anak bawang’ atau anak pelajar yang hanya ikut-ikutan, tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Pelajar yang baik-baik masih lebih banyak, kasihan hanya karena segelintir ‘anak bawang’ pelajar jadi tercoreng,” tambah Purwanto.

Kemudian juga, yang perlu kita pahami bahwa usia-usia pelajar yang masih belasan tahun atau masa-masa SMP itu masih sangat rentan mencari jati diri. Sehingga menjadi tanggungjawab kita semua, terutama para orang tua dan lingkungannya.

“Ini perlu perhatian semua, tanggungjawab bersama. Jangan hanya menyalahkan sekolah, prilaku anak-anak itu juga merupakan tanggungjawab orang tua, lingkungan dan kita semua sebagai masyarakat,” tutup Purwanto, mengakhiri pembicaraan. (Adw/pojokjabar)