Capaian Vaksinasi Lebihi Target yang Ditentukan, Cianjur Bisa PPKM Level Dua?

RADARCIANJUR.com- Hari ini, Senin (15/11) pekan penentuan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penentuan tersebut berdasarkan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri). Namun, saat ini surat tersebut belum dikeluarkan. Akan tetapi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur yakin Kota Santri turun level ke level dua dari level tiga.

Pasalnya, dari hasil pencapaian selama dua minggu, vaksinasi yang sudah dilakukan sudah melewati target yang ditetapkan seperti vaksinasi umum sebesar 50 persen yang sudah 55 persen atau di kisaran satu juta vaksinasi. Sementara lansia yang ditargetkan 40 persen sudah mencapai 45 persen atau di angka 70 ribu vaksinasi.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, saat ini kecepatan vaksinasi sudah cukup baik. Dalam satu hari, vaksinasi sudah berjalan di 30 ribu vaksinasi.

“Kecepatannya sekarang sudah 30 ribu dan itu kita rasa sudah bisa mengejar untuk menuju level dua,” ujarnya.

Selain kecepatan vaksinasi, ketersediaan vaksin pun cukup memadai. Mengingat, pasokan dari Pemerintah Pusat dalam pengiriman vaksin cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan saat ini daerah aglomerasi seperti Bogor, Bandung dan sekitarnya sudah hampir mencapai 100 persen.

Sehingga ketersediaan vaksin yang ada dilimpahkan atau dikirimkan ke daerah seperti Kabupaten Cianjur yang masih memerlukan ketersediaan vaksin dan hal tersebut menjadi angin segar untuk pelaksanaannya.

“Selain percepatan, tentu ketersediaan juga jadi pendorong tercapainya target yang ditentukan. Selain itu, beberapa puskesmas juga sudah melakukan vaksinasi malam hari seperti di wilayah Utara Puskesmas Sukaresmi, Kademangan, Sukamahi, Sukanagalih dan Pacet,” ungkapnya.

Sementara untuk wilayah Selatan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Puskesmas Sindangbarang. Meskipun pelaksanaan vaksinasi malam hari berjalan, tidak semerta hal tersebut tidak didapati kendala. Kendala yang terjadi seperti masih adanya masyarakat yang enggan untuk divaksin dengan berbagai alasan.

Terlebih saat tim vaksinasi melakukan door to door atau mendatangi masyarakat agar memudahkan. Selain itu, kondisi cuaca dan daerah rawan bencana pun menjadi kendala tambahan.

“Kendalanya kita kadang menemukan masyarakat yang masih enggan divaksin dengan berbagai alasan saat dilakukan door to door didatangi langsung, juga cuaca saat ini kan sering hujan, itu kendala kita juga,” terangnya.

Yusman pun optimis, hasil diumumkan oleh Mendagri, Tito Karnavian, Kabupaten Cianjur bisa turun level ke level dua. Bahkan, hingga akhir bulan ini bisa mencapai ke level satu dengan capaian yang saat ini sudah berjalan.

Namun, untuk akhir tahun target seratus persen belum bisa dipastikan, pihaknya tetap menyiapkan rencana kedua yakni menyelsaikan pada bulan Maret 2022 mendatang. (kim)