50 Kata-kata Bucin Galau Patah Hati untuk yang Tersakiti

RADARCIANNJUR.com – Kata-kata bucin kerap dilontarkan, terutamanya oleh kalangan anak muda saat ini. Bucin, menjadi salah satu istilah yang masih populer hingga saat ini.

Kata-kata atau quotes bucin galau patah hati juga kerap muncul dalam postingan media sosial.

Bucin sendiri merupakan bahasa gaul singkatan dari budak cinta yang menggambarkan seseorang yang rela melakukan apa saja demi seseorang yang ia sayangi.

Selain dengan perbuatan yang dilakukan, seseorang yang terlanjur bucin juga kerap melontarkan kata-kata yang bikin baper dan sedih.

Nah, berikut ini di antaranya kumpulan kata-kata bucin dilansir dari berbagai sumber:

Kata-kata Quotes Bucin Galau Patah Hati

  1. “Waktu, kapan luka ini berakhir?”
  2. “Aku berhenti untuk mencintaimu.”
  3. “Kamu pergi membawa kenangan dan kamu datang kembali membawa undangan.”
  4. “Jangan biarkan hatimu terluka karena memaklumi sikapnya.”
  5. “Aku tak mungkin menyesali perkenalan kita, namun yang aku sesalkan kenapa terlalu awal untuk mengenal kata berpisah.”
  6. “Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta adalah perbuatan.”
  7. “Seandainya tidak ada badai, pelangi tidak akan muncul. Untuk itu, belajarlah dari badai yang menimpamu.”
  8. “Cinta tapi tak dianggap itu seperti sakit tapi tak berdarah.”
  9. “Dia sudah lama berhenti sedangkan aku masih mencintainya seperti tidak akan berakhir.”
  10. “Jangan buat aku terlalu berharap jika kamu tidak menginginkanku.”
  11. “Hanya mendengar namamu saja sudah bisa membuatku tersenyum seperti orang bodoh.”
  12. “Sendainya kamu tahu, sampai saat ini aku masih mencintaimu.”
  13. “Menangis. Memaafkan. Belajar. Move on. Biarkan air matamu menyirami benih-benih kebahagiaan masa depanmu.” – Steve Maraboli
  14. “Aku masih menunggumu, menunggu centang biru yang tak lekas berbalas.”
  15. “Aku terlalu bersahabat dengan luka hingga lupa rasanya bahagia.”
  16. “Jika mencintai terasa melelahkan. Berhentilah.”
  17. “Aku bahkan tidak bisa menjelaskan perasaan macam apa yang aku rasakan saat ini.”
  18. “Sakit hati ini sudah mulai terasa, setelah lama aku memendam perasaan sedih dan kecewa.”
  19. “Musuhku adalah mereka yang ingin memilikimu juga.”
  20. “Kamu tidak hanya menduakanku, tapi kita. Kamu tidak hanya menghancurkan hatiku, tapi merusak masa depan kita.”
  21. “Bodohnya aku masih merasa cemburu, ketika melihatmu dengan kekasih yang baru.”
  22. “Ada kesadaran dalam diamku. Ada penghargaan dalam teriakku, tapi tetap saja ada yang pergi meninggalkanku.”
  23. “Semenjak aku berhenti berharap pada dirimu, aku jadi tidak semangat dalam segala hal.”
  24. “Dulu kamu mendefinisikanmu sebagai cinta satu-satunya. Namun kini setelah bertemu dengan dia, definisimu tentang ’cinta satu-satunya’ telah berubah makna.”
  25. “Tidak peduli seberapa ingin kamu kembali ke masa lalu, di sana tetap tidak akan ada hal baru yang bisa kamu lihat.”
  26. “Akan ada saatnya di mana percayamu dikecewakan. Lalu hatimu dengan sengaja dipatahkan. Dan saat itu kamu akan tahu apa maksud dari keikhlasan.”
  27. “Sampai detik ini kamu masih menjadi alasan kenapa hatiku belum mau menerima siapa pun.”
  28. “Sekeras apapun aku berlari dari kenyataan, takdir dan mencari jawaban dari semua pertanyaan, jawaban dari semua itu cuma ada satu yaitu kau hanya aku yang terlambat tahu.”
  29. “Setelah kamu pergi, aku menjadi sadar bahwa orang baik akan bersanding dengan orang yang baik pula.”
  30. “Masih di sini menunggu seseorang yang telah Tuhan siapkan untukku.”
  31. “Aku tahu ini sangat salah, namun hatiku telah berganti arah.”
  32. “Aku mencintaimu. Dulu aku melepasmu. Kini mungkin mencintai adalah merelakan kepergian. Mungkin ragaku masih di sini bersamamu. Tapi jiwakku sudah pergi. Kau yang paling mengerti mengapa.”
  33. “Buatlah aku bisa membencimu walau hanya beberapa menit, agar tidak terlalu berat untuk melupakanmu.”
  34. “Aku hanya ingin cinta yang sederhana. Cintai aku tanpa batas rasa sayang. Menetaplah jangan hanya sebatas menemani.”
  35. “Mungkin, kita sepenggal kisah yang lupa ditamatkan oleh penulisnya. Lalu, terkubur waktu hingga membuat tokoh utama terjebak kenangan.”
  36. “Terkadang kita tidak sadar sedang berharap kepada orang yang tidak bisa diharapkan.”
  37. “Tersenyum bukan berarti bahagia, namun terkadang itulah cara terbaik untuk menyembunyikan hati yang sedang terluka.”
  38. “Sakit itu ketika cinta yang aku beri tidak kamu hargai.”
  39. “Lagi dan lagi, kau aku maafkan. Aku kau manfaatkan.” – Fiersa Besari
  40. “Aku tahu yang kau cinta bukan aku. Tapi meskipun terluka, bolehkah aku tetap mencintaimu?”
  41. “Ketika kita bertemu tragedi nyata dalam hidup, kita dapat bereaksi dengan dua cara. Entah dengan kehilangan harapan dan jatuh ke dalam kebiasaan merusak diri sendiri, atau dengan menggunakan tantangan untuk menemukan kekuatan batin kita.”
  42. “Ada waktu untuk berharap, dan ada waktu untuk berhenti. Ada masa untuk memperjuangkan, namun ada juga untuk mengiklaskan.”
  43. “Kamu benar-benar mencintai seseorang ketika kamu tidak bisa membencinya meskipun ia telah menyakitimu.”
  44. “Beberapa mimpi memang tidak dimaksudkan untuk menjadi kenyataan. Aku belajar tentang itu dari kamu.”
  45. “Aku ingin mengatakan bahwa aku merindukanmu. Tapi, itu tidak akan mengubah apapun. Jadi, aku hanya memendamnya dan berpura-pura tidak merindukanmu.”
  46. “Aku tidak tahu apa itu cinta, sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Tapi, saat itu juga aku tahu rasanya patah hati.”
  47. “Semua bisa berakhir, orang berubah. Dan kamu tahu apa? Hidup kan terus berjalan.”
  48. “Apa lagi yang kucari selain ketenangan setelah hatiku lagi-lagi dikecewakan.”
  49. “Matamu menatapku, ragamu di dekatku. Suaramu jelas terdengar namun hatimu entah di mana bernaung.”
  50. Sederhana saja. Jika air matamu menetes setelah mengingatnya, berarti dia masih segalanya.”  (ysf/int/radarbandung)