Akhirnya Cianjur Kembali PPKM Level 2

RADARCIANJUR.com- Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah mengeluarkan Surat Imendagri Nomor 60 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3, level 2 dan level 1 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam surat tersebut, beberapa daerah turun ke level dua dan satu. Seperti Kabupaten Cianjur yang kini berada di level 2, dikarenakan sudah mencapai target vaksinasi yakni sebesar 52 persen dan lansia 42 persen.

Selain Kabupaten Cianjur, beberapa kota kabupaten lainnya yakni Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang berada di level 2.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, dari hasil yang sudah dicapai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, saat ini membuahkan hasil dengan turun di level 2 dari sebelumnya level 3.

“Alhamdulillah sudah turun level ke level 2, tapi kita tetap terus berupaya dan jangan jumawa terlebih lengah. Saat ini juga kita terus kejar untuk capaian vaksin kepada masyarakat yang belum menerima vaksinasi,” ujarnya.

Yusman menambahkan, aturan yang diberlakukan daerah yang berada di level 2 berbeda seperti di level 3. Seperti tempat wisata saat ini sudah bisa kembali dibuka, cafe maupun tempat makan sedikit diperlonggar.

“Sekarang sedikit longgar dari sebelumnya, sehingga dengan turun level ini tempat wisata sudah boleh dibuka kembali, cafe maupun restauran juga sudah boleh dengan kapasitas kurang lebih 75 persen,” jelasnya.

Meskipun sudah ada kelonggaran, lanjut Yusman, protokol kesehatan (prokes) masih wajib diterapkan di setiap tempat seperti cafe dan lainnya. Untuk pelaksanaan pertemuan di dalam gedung, tidak diperbolehkan adanya makan secara prasmanan. Hanya boleh disajikan dalam boks atau tempat makan dan kapasitas hanya 50 persen.

“Setiap pengunjung atau wisatawan itu wajib menunjukan sertifikat vaksin dan juga pengelola wisata atau tempat lainnya harus menyediakan aplikasi PeduliLindungi, itu sudah aturan juga dari Pemerintah Pusat,” paparnya.

Sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, saat ini sudah bisa diisi hingga kapasitas 50 persen terkecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dan tetap menjaga jarak minimal satu meter setengah dan maksimal lima peserta didik per kelas

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal satu meter setengah dan maksimal lima peserta didik per kelas. (kim)