Cianjur Terima Drop Vaksin Pfizer Berlimpah, Tapi Masa Kadaluarsa Satu Bulan

Vaksin Pfizer

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur saat ini sudah menerima cukup banyak vaksin dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, beberapa daerah aglomerasi sudah hampir mencapai 100 persen pelaksanaan vaksinasi. Dalam satu hari, ketersediaan vaksin mencapai 30 ribu dosis dan sepekan sebanyak 210 ribu dosis.

Rata-rata, jenis vaksin yang diterima saat ini Pfizer dan Moderna. Namun, banyaknya vaksin yang diterima bukan berarti Kota Santri bisa tenang atau mengepakkan kipas. Ternyata, vaksin Pfizer hanya memiliki masa kadaluarsa satu bulan. Sehingga sebelum tanggal 1 Desember 2021 mendatang, harus sudah habis.

Selain itu, perlakuan ‘spesial’ pun harus dilakukan terhadap vaksin hasil kerja sama antara perusahaan BioNTech Jerman dan perusahaan farmasi Pfizer Amerika. Perlakuan tersebut yakni menyimpan dalam tempat dengan suhu kurang lebih minus diantara minus 60 sampai 90 derajat celcius

Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, saat ini Kabupaten Cianjur fasilitas penyimpanan vaksin Pfizer belum memadai, bahan di tingkat Provinsi Jawa Barat pun memiliki kendala serupa.

“Itu penyimpanannya untuk suhunya perkiraan diantara minus 60 hingga 90 derajat celcius, berbeda dengan jenis Sinovac yang bisa disimpan di tempat dengan suhu minus kurang lebih dua hingga lima derajat celcius,” ujarnya.

Lanjut Yusman, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur perlu memastikan kadaluarsa dari vaksin yang diterima. Sehingga belum bisa menerima vaksin dengan kondisi kadaluarsa yang terlalu dekat atau waktu yang tidak lama.

“Kita tidak mau Cianjur malah jadi daerah penerima vaksin hampir kadaluarsa, makanya kita sampaikan hal tersebut,” terangnya.

Namun, vaksin yang saat ini dipergunakan masih dalam kategori atau kondisi aman bagi masyarakat, sehingga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. (kim)