Dampak Dari Kekerasan Seksual Bisa Fatal, Psikolog: Dari Melukai Diri Sampai Bunuh Diri

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- H (60) warga Kampung Cipeusing Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur yang beberapa waktu lalu tega menghamili Melati (bukan nama sebenarnya) yang merupakan gadis di bawah umur, tidak sepatutnya dilakukan. Selayaknya orang tua, sudah sepatutnya memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman bagi anak-anak. Bukan menjadikan anak sebagai objek seksual dan memanfaatkan kelemahannya.

Psikolog, Retno Lelyani Dewi mengatakan, anak yang merupakan penerus bangsa dan sudah sepantasnya diayomi bukan dijadikan pelampiasan nafsu bejat.

“Orang dewasa, dalam hal ini si kakek, seharusnya melindungi dan menjaga anak, bahkan semua anak. Karena anak-anak adalah penerus bangsa ini. Tapi kakek ini justru merusak amanah tersebut dengan menodai anak tersebut,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, harus menjadi gambaran dan juga contoh untuk lingkungan kedepannya. Baik di lingkungan tempat kejadian maupun di daerah lainnya. Lingkungan tersebut meliputi Rt, Rw, desa dan pihak-pihak yang dijadikan tokoh masyarkat.

Selain itu, lanjut Retno, perlu adanya edukasi kepada anak-anak dengan memberikan pemahaman mengenai kekerasan seksual. Agar anak bisa memahami dan apa yang harus dilakukan ketika ada indikasi tersebut.

“Anak-anak juga harus tahu bagaimana menjaga diri dan apa yang harus dilakukan jika mengetahui ada kasus kekerasan seksual terjadi. Aparat setempat bekerja sama dengan warga sebaiknya bisa saling bekerjasama dalam pengamanan, khususnya ke lokasi-lokasi yang sepi,” tuturnya.

Retno berpesan, kejadian kekerasan seksual terhadap anak perlu diwaspadai. Pasalnya, ada dampak-dampak yang ditimbulkan pasca kejadian tersebut. Dari dampak ringan hingga berat. Namun, perlu diketahui setelah korban menjalani pemeriksaan. Karena akan terlihat kondisi korban saat menuturkan kronologisnya.

” Dampak ringan, anaknya stres. Selama beberapa hari sampai bulan anak merasa tidak nyaman. Kalau dampak berat, anak akan trauma, menarik diri dari lingkungan, tertekan, ada perubahan pola tidur, pola makan, pola emosi dan pola perilaku. Pada beberapa kasus disertai dengan adanya tendensi melukai diri sendiri (self harm) bahkan ingin bunuh diri. Sehingga kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak harus dianggap serius,” tegasnya. (kim)