Juara Karya Ilmiah, Siswa SMAN 1 Cianjur Diundang Menteri Sosial

Grestine Dwivanya siswa SMAN 1 Cianjur

RADARCIANJUR.com- Juara karya ilmiah bertema kepahlawanan Grestine Dwivanya (16) siswa SMAN 1 Cianjur di undang Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Buah karyanya yakni berjudul permainan i’m Hero, andai aku menjadi tokoh pahlawan satu alternatif menumbuhkan nilai kepahlawanan bagi generasi muda.

Ia pun diundang langsung oleh ibu menteri selama empat hari di Jakarta dan akan datang bersama guru pembimbingnya.

Grestine Dwivanya, mengaku kaget dan tak menyangka dengan hasil karyanya membuat ia di undang oleh orang nomor satu di Kementerian Sosial.

“Tak menyangka, padahal baru kemarin dari provinsi mendapat anugerah dan piala, hari ini melalui ibu pembimbing datang surat dari ibu menteri saya diundang ke Jakarta, tentu sangat senang sekali,”ujarnya.

Tak lupa putri dari pasangan Ivan Kristian dan Evah Laelatul Fitri ini pun melakukan persiapan matang untuk bertemu dengan ibu menteri sosial.

“Paling persiapannya mematangkan tulisan karya ilmiah saya,”terangnya.

Grestine menjelaskan secara gamblang ide dan gagasannya melalui tulisan yang kini menjadi berkah tersendiri agar teman-teman seusianya tidak bosan saat belajar sejarah.

“Pelajaran sejarah yang biasanya panjang dan membuat pelajar sering lupa ia rubah ke dalam sebuah permainan yang menyenangkan,”paparnya.

Grestie berharap, karya ilmiahnya tersebut kedepannya berbentuk digital.

“Ke depan permainan i’m Hero ini saya ingin ada dalam bentuk digitalnya,”harapnya.

Grestine bercerita jika awal gagasan ia membuat permainan tersebut melihat teman dan adik kelasnya yang seperti mengantuk ketika mendapat giliran mendengarkan pendidikan sejarah.

“Sempat merenung, kebetulan ada kompetisi ini jadi keluarlah ide-ide dan gagasan untuk menciptakan permainan i’m Hero ini,”terangnya.

Sang ibu guru pembimbing, Hj Siti, mengatakan bahwa hasil penilaian dari dewan juri, ide Grestine sangat baik dan belum dimiliki oleh siapapun baik peserta sekarang maupun sebelumnya.

“Hal tersebut yang menjadikan dewan juri memberikan penilaian tinggi kepada Grestine, buah pemikirannya yang masih orisinil membuat nilainya tinggi,”ujar Siti.

Sebagai seorang pembimbing yang sehari-hari bersama Grestine, ia tak menyangka pada akhir muridnya diundang oleh ibu menteri sosial ke Jakarta karena hasil karyanya pada pekan depan.

“Surat dari ibu Kemensos baru datang hari ini,”singkatnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, sangat mengapresiasi apa yang ditorehkan oleh anak didiknya sebagai cara mengharumkan nama Cianjur di kalangan dunia pendidikan nasional.

“Tentu saya sangat bangga, hal positif ini juga memicu semangat pelajar lainnya khususnya di SMAN 1 Cianjur dan umumnya se-Kabupaten Cianjur,”kata Agam.

Menurutnya di depan masih banyak peluang untuk berprestasi, meski masih dalam keterbatasan suasana pandemi covid-19 bangak cara yang dilakukan.

“Bimbingan daring, proses kompetisi tahapan juga banyak daring, jadi dalam keterbatasan pandemi covid-19 masih banyak cara untuk berprestasi, saya berharap pelajar terus semangat,”pungkasnya. (byu)