Kasus Kakek Perkosa Gadis, P2TP2A Cianjur : Masyarakat Harus Pro Aktif

KETUA: Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar. (FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/ RADAR CIANJUR)

RADARCIANJUR.com – Kasus pemerkosaan seorang Kakek kepada anak di bawah umur berusia 15 tahun hingga melahirkan bayi terjadi di kampung Cipeusing Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak kini mendapatkan tanggapan dari pemerhati Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur.

Ketua Harian P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku adalah perbuatan bejat.

“Ini perbuatan bejat harusnya orang yang berumur itu mengayomi anak di bawah umur yang perlu perlindungan,”katanya melalui sambungan telepon, Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, kasus tersebut harus segera diproses secara hukum karena sudah terjadi persetubuhan selama kurang lebih dua tahun.

“Ini masuk Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang persetubuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”tuturnya.

Namun, Lidya bersyukur karena korban sudah memiliki pengacara untuk menuntaskan kasus ini. Akan tetapi, ia tetap menyayangkan kejadian ini masih saja terjadi di Cianjur.

“Fungsi pengawasan keluarga dan ketahanan keluarga harus menjadi prioritas untuk terus sosialisasi kepada masyarakat karena anak di bawah umur biasa diiming-iming hingga takut. Jadi hal ini yang membua mereka enggan melapor ke orang tua,” jelasnya.

pihaknya pun mengimbau masyarakat agar pro aktif apabila ada kejadian seperti itu di lingkungan masyarakat untuk mencegah terulang dikemudian hari.

“Harus segera melapor baik kepada aparat setempat seperti RT dan RW dengan dibanu untuk menguatkan korban jangan sampai dibully atau mendapat stigma buruk,”pungkasnya. (byu)