Serikat Buruh Cianjur Tegas Tuntut Kenaikan UMK

RADARCIANJUR.com- Serikat buruh Kabupaten Cianjur nampaknya tak berhenti untuk memperjuangkan haknya. Sudah dua kali kumpulan serikat buruh mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur untuk meminta kenaikan UMK.

Namun, ada perbedaan dalam tuntutan buruh pada saat menggelar aksi tersebut. Dari pihak SPN menuntut kenaikan UMK sebesar 25 persen sementara dari FSPMI-KSPI menutut 10 persen.

Ketua SPN Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan, perbedaan tersebut tidak dijadikan paham yang bersebrangan antara serikat buruh, namun tetap dijadikan tujuan untuk kesejahteraan buruh di Kabupaten Cianjur.

“Pada prinsipnya kita semua sama-sama berjuang untuk kesejahteraan Buruh di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Lanjutnya, pihak SPN menuntut kenaikan UMK 21 persen berdasarkan hasil survei independen SPN dari mulai menyasar pasar tradisional di Kota Santri yang rata-rata pengeluaran di angka berkisar Rp3,1 juta.

“SPN melakukan survei Kebutuhan hidup rata-rata buruh di Kabupaten Cianjur di enam pasar tradisional, rata-rata di angka Rp3,1 juta. Maka sangat wajar kalau kita menuntut kenaikan 21 persen agar UMK Cianjur di angka Rp3,2 juta,” ungkapnya.

“Kita akan terus melakukan pergerakan perlawanan secara besar-besaran dan terus menerus, apapun resikonya akan kita lakukan untuk kesejahteraan buruh dan masyarakat Cianjur,” sambungnya.

Bahkan, saat ini SPN Kabupaten Cianjur tengah bergerak menuju ke Gedung Sate, Bandung untuk menyuarakan haknya di tingkat Provinsi Jawa barat.

“Hari ini kita bergabung dengan serikat buruh lainnya se-Jawa Barat untuk memperjuangkan kesejahteraan kami semua,” tutupnya. (kim)