Perda Darah Cianjur, Dorong Stok Darah Melimpah

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Stok darah kurang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur ajukan Peraturan Daerah (Perda) pelayanan darah ke DPRD Cianjur.

Mengingat stok darah di Kabupaten Cianjur sangat minim dan banyak rumah sakit yang butuh untuk keperluan medis para pasien.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur Rudi syahdiar Hidayat mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengajukan Perda pelayanan darah untuk mendapatkan stok darah lebih banyak.

“Kami mencoba ingin menyodorkan kepada DPRD adalah Perda pelayanan darah,
dimana Perda ini sangat krusial sekali bagi kami dan kebutuhan-kebutuhannya memang sangat besar,”katanya.

Dengan penguatan hukum dan produk hukum Perda darah dapat mengatasi permasalahan
tenaga kerja, kelengkapan dan sebagainya.

“Karena darah sudah menjadi satu kebutuhan bagi kami untuk para pasien, dengan pengolahan darah ini berbentuk hukum kita akan kuat dan tidak was-was melaksanakan tugas itu,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak rumah sakit di Kabupaten Cianjur krisis stok darah karena berbagai sebab.

“Untuk yang donor saat ini masih cukup sementara kita tingkatkan. Karena banyak rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan darah,”paparnya.

Rudi menjelaskan, saat ini untuk memenuhi stok darah pihaknya dengan melakukan kegiatan pengambilan darah di kecamatan, instansi, perusahaan dan sebagainnya sehingga stok darah kini hampir mencukupi.

“Tapi Alhamdulillah kami telah melakukan kegiatan pengambilan darah, kita di masa Pandemi dan puasa memang kekurangan,”terangnya.

Sementara itu, ketua komisi D DPRD Cianjur Sahli Saidi mengatakan, telah menyarankan PMI Cianjur untuk mengajukan Perda pelayanan darah.

“Jadi Kita sarankan PMI untuk mengajukan Perda ke DPRD Cianjur untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Karena kebutuhan PMI itu sangat banyak,”kata Sahli.

Selain itu, Sahli turut menyarankan kegiatan donor darah dilakukan di setiap Desa untuk memenuhi stok darah di Kabupaten Cianjur.

“Kita juga menyarankan PMI itu mengadakan donor darah di setiap Desa untuk mendapatkan darah. Karena banyak kebutuhan dari rumah sakit,”ujarnya.

Sahli menyebutkan, angka kematian dapat berasal dari kekurangan stok darah ketika dibutuhkan.

“Jangan-jangan kematian banyak karena kekurangan darah karena di PMI darah gak ada atau kurang,”pungkasnya. (byu)