Dosen Mengabdi IPB University, Tingkatkan Ekonomi Sosial Masyarakat

WORKSHOP: Foto bersama usai acara workshop kegiatan Dosen Mengabdi IPB University di Desa Selajambe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

RADARCIANJUR.com – Kegiatan Dosen Mengabdi IPB University mengadakan workshop dengan tema Pengembangan Zone Free Hotspot untuk Internet Sehat dan Peningkatan Kegiatan Ekonomi Sosial Masyarakat.

Acara yang dihelat di Desa Selajambe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi itu, dihadiri Kepala Desa Selajambe Pipin Saripin, Sekretaris Desa Selajambe Nandang, perwakilan Karangtaruna Wirasatya, Kepemudaan Kedusunan (RT, BKM, Penjual Online), Perangkat Desa Selajambe dan juga melibatkan mahasiswa Sokolah Vokasi IPB University.

“Pada acara workshop ini kita mengajak masyarakat termasuk perangkat desa untuk bersama menggali potensi guna meningkatkan kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dengan mengembangkan free hotspot untuk internet sehat, pada kegiatan ini kita memberi pelatihan memahami topologi RT/RW net dan implikasinya,” ujar Dosen Program Studi Teknik Komputer Sekolah Vokasi IPB University, Bayu Widodo, ST MT.

Menurutnya, bahwa jaringan internet saat ini sangat dibutuhkan, menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem digital di desa, meningkatkan kegiatan perekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University, Uding Sastrawan, SP, MSi mengatakan, dengan adanya koneksi internet dapat mempromosikan produk-produk yang dihasilkan masyarakat dan juga potensi-potensi Desa Selajambe secara online.

Salah satu saluran promosi dapat menggunakan media sosial karena memilih respon secara langsung dengan penggunanya, pengguna media sosial di Indonesia per Januari 2021 mencapai 170 juta jiwa atau sekitar 61,8 persen dari populasi, nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen dari tahun 2020 (wearesocial.com).

“Adapun platform media sosial yang dominan digunakan adalah YouTube, Whatsapp, Instagram, Facebook dan media yang lain. Hal ini menunjukkan peluang besar bagi pelaku ekonomi untuk melakukan sosial media marketing dan menandakan pentingnya konektivitas digital di desa-desa untuk mendukung peningkatan kegiatan ekonomi dan sosial,” kata Uding.

Desa Selajambe merupakan desa berpotensi untuk pengembangan produk pertanian dan perikanan air tawar. Fenomena yang ada, terlihat dari banyak hasil produksi pertanian yang memiliki prospek untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan diperluas jaringan pemasarannya.

Selama ini sudah ada beberapa usaha rumah tangga yang bergerak dibidang pembuatan produk-produk makanan ringan seperti keripik singkong, kue saptu, manisan, bibika ambon, bolu, dan kue cincin.

Namun, pengolahannya sangat sederhana dan belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mutu masih rendah serta pemasaran yang terbatas. Sampai saat ini, hasil produksinya belum mampu menggenjot peningkatan ekonomi masyarakat desa. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat, tentang informasi-informasi edukatif, bagaimana pengolahan berbagai hasil bumi kemudian dipasarkan hingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Disamping itu, juga keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya manajemen usaha dan pelaporan keuangan sehingga apa yang sudah dirintis bisa berkembang dan produksinya berkelanjutan. Potensi tersebut perlu ditumbuhkan melalui upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Desa Sejambe Cisaat Sukabumi memiliki potensi di bidang hasil pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura. Teknik budidaya berperan terhadap produktivitas. Manfaat infrastuktur jaringan hotspot dapat membantu warga yang bermata pencaharian sebagian petani untuk mengakses informasi mengenai teknik budidaya seperti aplikasi pemupukan atau aplikasi untuk mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman” ujar Sulassih, SP, M.Si. Dosen Program Studi Teknologi Industri Benih, Sekolah Vokasi IPB University.

Sementara itu, Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Ani Nuraeni, SPd, M.Pd. menerangkan, perkembangan era digital saat ini tak bisa dipungkiri berkembang dengan begitu pesat, hal ini berlaku juga pada para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), keadaan saat ini dapat membantu UMKM untuk memperluas bisnis mereka serta memperbaiki sistem penjualan yang masih dilakukan secara konvesional.

Namun lanjut Ani, metode pembayaran dan pemasaran secara digital masif dilakukan oleh pelaku usaha. Peralihan dari manual ke digital mau tak mau harus mampu mengadaptasi hal tersebut agar UMKM tidak tertinggal dengan teknologi yang berkembang saat ini, hal ini sejalan dengan program pemerintah yang memperkuat UMKM.

“Hal ini membuat para pelaku usaha yang gagap akan teknologi harus keluar dari zona tersebut, jika tidak maka pasar mereka akan berkurang dengan sendirinya. Bukan hanya itu, para pelaku usaha juga sangat dianjurkan mengikuti pelatihan dalam mengelola usaha, agar mereka semakin mampu mengelola usaha tersebut dengan baik, dan meminimalisir kesalahan dalam mengelola suatu usaha,” pungkasnya.(*/sal)