Percobaan Penipuan ke Sekolah Catut Nama Disdikbud Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Guru-guru di Kecamatan Cugenang mendadak resah kemarin. Mereka mendapat ‘teror’ secara tiba-tiba dari seseorang yang mengatasnamakan staf yang bertugas dari Dinas Pendidikan dan Kaebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur.

Kejadian ini berawal ketika salah satu guru sekolah di Kecamatan Cugenang yang menerima telepon yang mengaku salah satu staf pada pada Senin (22/11) lalu. Namun, pihak sekolah tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan, dari awal menerima telepon pun merasa curiga.

Salah satu guru PAUD yang enggan disebutkan namanya menuturkan, saat itu dirinya menerima telepon dengan menggunakan nomor pribadi dan bukan nomor telepon kantor. “Saat itu saya baru selesai mengajar. Tiba-tiba ada telepon dengan nomor pribadi saya tanya dari mana, dia mengatakan dari Disdikbud,” ujarnya.

Dirinya yang merasa curiga, langsung menanyakan ke grup sekolah yang ada di aplikasi berkirim pesan di gawainya. Ternyata, bukan hanya dirinya, sekolah lain pun turut pernah ditelepon yang bersangkutan. “Saya langsung kroscek ke grup sekolah di Kecamatan Cugenang, ternyata benar pernah menelepon sekolah lainnya juga. Kalau meminta uang belum terjadi sih, cuma semua mengingatkan agar berhati-hati,” tuturnya.

Hingga kemaren sore, penipu tersebut pun belum kembali menghubungi pihaknya dan masih dipantau setiap sekolah yang ada di Kecamatan Cugenang.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Cecep Wiharma mengatakan, perlu melakukan penelusuran terlebih dahulu agar bisa memastikan.

“Itu dipastikan dulu, dari Disdikbud bukan. Kalau bukan (ASN, red) dan sudah terbukti melakukan penipuan, laporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Tentu dengan adanya hal tersebut, pastinya membuat keresahan di kalangan guru, terlebih mendengar nama instansi pendidikan Kabupaten Cianjur. Lanjutnya, yang pertama dilakukan pihak guru agar tidak panik dan menghiraukan jika memang sudah terlihat gelagat yang mencurigakan.

“Jika sudah ramai begitu, harus ada yang bisa melakukan konfirmasi. Atau jika terjadi lagi dan sudah ada gelagat akan melakukan penipuan, biarkan saja. Jangan direspon,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, agar instansi yang berkaitan dalam hal ini Disdikbud Cianjur bisa memastikan bahwa pihaknya tidak sama sekali ada tindakan seperti yang ramai dibicarakan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Cianjur, Himam Haris menjelaskan, kepada seluruh sekolah agar tidak memberikan apapun kepada pihak dinas terlebih melakukan pungutan liar (pungli).

“Jangankan melakukan penipuan yang mengatasnamakan dinas, jika ada yang meminta sembarangan juga jangan diberikan. Apalagi orangnya tidak jelas,” tegasnya.(kim)