Ribuan Buruh Cianjur Serbu Kantor Pemkab Cianjur

Ribuan buruh lakukan aksi demo damai di depan kantor Pemkab Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Tuntut kenaikan upah pekerja dan tolak Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law Aliansi buruh kabupaten Cianjur menggelar aksi demo di depan Pemkab Cianjur di Jalan Siliwangi.

Aksi yang dilakukan 15.000 buruh ini berlangsung damai dengan orasi-orasi penyampaian yang di jaga ketat oleh aparat kepolisian, gabungan dari Polres, Satpol PP, Dishub dan lainnya.

Pantauan Radar Cianjur, aksi yang dilakukan aliansi buruh ini ingin bertemu dengan bupati Cianjur H.Herman Suherman untuk berdialog mengenai kesejahteraan kaum buruh Cianjur yang dijanjikannya ketika berkampanye beberapa bulan yang lalu.

Salah satu perwakilan aliansi buruh Asep Saeful Malik Ketua FSPMI /KSPI Kabupaten Cianjur mengatakan, UMK Cianjur diantara Kabupaten Karawang dan Bandung barat lebih rendah sehingga ia meminta kenaikan upah buruh sebesar 10 persen.

“Sesuai arahan Aliansi buruh Jabar dan Nasional naik sekitar 10 persen. Jika di nominalkan di Cianjur sekitar 2,9 juta ru-piah dari semula 2,7 juta,”katanya.

Selain itu pihaknya mempertanyakan PP 36 sebagai turunan darah Undang-undang Omnibus Law tak berpihak kepada kaum buruh.

“Jika berbicara PP 36 adalah turunan dari omnibus law sendiri dan itu melihat kenaikan inflasi dan pertambahan ekonomi dan kami pertanyaan arahnya ke mana itu,”ungkapnya.

Namun ia kecewa dengan ketidakhadiran bupati Cianjur sehingga membubarkan diri dan akan kembali menggelar aksi kembali.

“Pak bupati tidak mau menerima kami, katanya sih ke mande ada acara di Desa. Padahal buruh yang datang hampir 15.000, kami sangat kecewa. Dan besok dengan jumlah yang lebih besar akan kembali datang, aksi ini akan dilakukan sampai tanggal 25,”pungkasnya (byu).

Ia berharap dengan aksi yang dilakukan dapat didengar oleh pemerintah kabupaten Cianjur.

“Mudah-mudahan kebijakan pemerintah pro terhadap pekerja,”pungkasnya. (byu)