Wakil Ketua PKK Jabar Sambangi Kediaman Sarah

BERBELA SUNGKAWA: Wakil Ketua PKK sekaligus istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Lina Marlina melakukan takziah ke rumah Sarah Sesa yang menjadi korban KDRT hingga meninggal dunia. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Wakil Ketua PKK Jawa Barat, Lina Marlina melakukan kunjungan ke kediaman almarhumah Sarah Sesa (21) di Kampung Munjul Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur yang turut didampingi oleh istri Bupati Cianjur, Anita Sincayani. .

Lina Marlina mengaku menyesalkan kejadian tersebut dan sebagai perempuan merasa prihatin atas kejadian yang menimpa korban.

“Kami sebagai perempuan ketika mendengar berita seperti ini prihatin kok ada sih perempuan yang masih diperla-kukan seperti itu di tengah kamu gencar stop kekerasan perempuan dan anak,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Barat ini.

Terlebih, lanjutnya, tindakan KDRT ini dilakukan oleh warga negara asing dari Arab Saudi. Ia mengaku terpukul atas hal itu.

“Terlebih dilakukan oleh orang luar, luar biasa itu benar membuat kami terpukul dan ikut sedih, gemes apalagi dari ceri-ta di media kita udah gemes, pas denger langsung lebih gemes lagi,” terangnya.

Dirinya pun menambahkan, takdir sudah berkata lain. Ia menyebut, pihaknya datang untuk menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Tapi mau bagaimana lagi takdir sudah berkata lain. Kami ke sini untuk takziah untuk menyampaikan doa kepada almarhumah,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi adanya nikah siri atau kawin kontrak, Lina mengungkapkan di Cianjur sudah memiliki aturan mengenai kawin kontrak. Sehingga perlu dikawal agar hal serupa tidak terjadi kembali.

“Memang sudah ada perbupnya bupati sudah bikin mungkin nanti harus disosialisasikan lagi dan dikawal oleh semuan-ya supaya todak terjadi hal seperti ini,” tegasnya.

Selain itu, dirinya akan menyampaikan hal ini kepada kedutaan besar Arab Saudi. Pasalnya, kejadian ini tidak hanya sekali dua kali.

“Mungkin nanti akan kami sampaikan harus kita sampaikan ke Dubes Arab Saudi sendiri, karena kejadian kekerasan dari warga Arab Saudi ke orang indonesia tidak sekali dua kali,” jelasnya.

Menanggapi pasangan nikah siri kini bisa mendapatkan Kartu Keluarga, Lina mengaku belum bisa menyampaikan apa-pun pada pemerintah pusat.

“Yang pasti pemerkntah melakukan ini untuk kebaikan, tapi kita lihat dampaknya apakah positif atau negatif, kalau negatif mungkin perempuan indonesia harus menyuarakan itu,” tutupnya. (kim)