Harga Minyak Goreng Melambung, Omset Pedagang di Cipanas Anjlok

Salah seorang pedagang sembako dan minyak goreng di pasar Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kenaikan harga minyak goreng yang saat ini masih melambung, sangat berimbas terhadap penurunan daya jual beli masyarakat di Pasar rakyat.

Anjloknya omset tersebut dirasakan sejumlah pedagang di wilayah Pasar Cipanas, Cianjur sejak beberapa pekan terakhir.

“Omzet saya turun sekira 30 persen,” ujar Budi (36) salah seorang pedagang kelontongan di Pasar rakyat Cipanas, Kamis (25/11/2021).

Terlebih, yang ia rasakan setelah terdampak pandemi Covid-19 dan meroketnya harga minyak tersebut, lanjutnya, dirinya sudah tak lagi menjual produk tersebut sejak dua pekan terakhir ini.

“Sekarang gak jual minyak goreng dulu. Karena akan sangat percuma dengan modal besar, keuntungan susah. Soalnya pembelinya pun menurun drastis,” kata dia.

Kepala UPTD Pasar Cipanas, Heru Haerul Hakim mengaku, penurunan daya beli masyarakat di Pasar rakyat Cipanas sangat dirasakan akhir-akhir ini. Selain adanya kenaikan harga minyak goreng, juga diperparah imbas kabar adanya demontrasi selama tiga hari yang akan dilakukan para buruh Cianjur di depan Istana Kepresidenan Cipanas.

“Jadi adanya kabar para buruh yang akan menggelar demonstrasi selama tiga hari di depan Istana Cipanas itu, sangat berimbas terhadap penurunan daya beli ke pasar. Apalagi saat Selasa kemarin, pengunjung pasar begitu sepi,” kata Heru, Kamis (25/11).

Di sisi lain, lanjutnya, untuk harga minyak goreng kemasan hingga saat ini masih terbilang cukup tinggi. Untuk kemasan 1 liter saja, biasa dijual pedagang seharga Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu. Tapi saat ini, bisa dijual Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.

“Untuk kemasan minyak 2 liter itu bisa dijual sampai Rp 40 ribu. Jadi memang masih mahal,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa stok minyak goreng di Pasar rakyat Cipanas ini masih dinilai stabil. Walaupun ada beberapa kios atau pedagang yang tak berjualan produk tersebut.

“Kalau untuk stok, insya Alloh di pasar Cipanas masih aman. Hanya penjualannya saja yang merosot mencapai 50 persen,” pungkasnya. (dan)